CARA BUDIDAYA PISANG BARANGAN

0 comments
CARA BUDIDAYA PISANG BARANGAN


http://tipspetani.blogspot.com/2015/07/cara-budidaya-pisang-barangan.html

Pemilihan Lokasi dan Persiapan Lahan budidaya pisang
  • Lokasi yang baik untuk budidaya adalah daerah yang datar dan memiliki curah hujan merata sepanjang tahun. Pada daerah ini yang datar perlu dibuatkan parit-parit untuk mencegah terjadinya genangan yang dapat menyebabkan tumbuhnya jamur.
  • Lahan perlu dibersihkan dari Gulma secara merata untuk mencegah persaingan unsur hara dengan tanaman utama. Selain itu dengan lahan yang bersih lebih memudahkan dalam proses penanaman.
  • Tidak disarankan menggunakan Herbisida karena dapat merusak struktur komposisi tanah, kandungan unsur hara dan jasad renik sebagai pengurai.


1. Bibit dari Anakan
  • Bagi petani yang memiliki modal yang terbatas cara ini yang paling sering dipilih, selain lebih mudah di dapat juga tidak memerlukan proses yang panjang. Dalam pemilihan bibit ini yang perlu diperhatikan adalah keseragaman umur dan ukuran tanaman yang akan dijadikan bibit. Hal ini diperlukan untuk keseragaman waktu panen, tetapi jika tidak memerlukan keseragaman waktu panen hal ini tidak perlu dilakukan.
  • Bibit diambil dari rumpun indukan yang memiliki pertumbuhan yang baik, daun yang lebat dan hijau, batang besar dan tegap serta produksi buah yang banyak. Pada umumnya indukan yang baik mampu memproduksi buah yang baik mencapai 6-10 sisir dalam setiap tandan.

2. Bonggol

  • Pemilihan metode pangadaan bibit Pisang Barangan dengan cara ini memerlukan waktu dan proses yang cukup panjang. Tetapi memiliki keunggulan dalam hal keseragaman umur tanaman dan waktu Pemanenan serta jumlah bibit yang lebih banyak dalam waktu bersamaan.
  • Benih ini diperoleh dengan membongkar bonggol pisang yang buahnya sudah dipanen secara bersamaan, kemudian dipotong potong dan dibelah berdasarkan mata tunasnya,proses ini juga perlu kehati-hatian agar tidak merusak mata tunas.Potongan potongan kecil mata tunas inilah yang akan dijadikan benih.Potongan mata tunas sebelumnya direndam dalam air hangat selama 10 menit,kemudian disemai dalam polybag.Sekitar 2 bulan benih ini siap untuk dipindah ke lahan.
  • Sebenarnya saat ini sudah mulai dikembangkan teknik budidaya dengan tehnik kultur jaringan tetapi metode ini kecil kemungkinan dapat dilakukan oleh petani karena keterbatasan pengetahuan.


D.Persiapan Lubang Tanam dan Penanaman pisang
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 50cm x 50cm x 50cm dengan memisahkan Top soil (bagian tanah paling atas) dengan subsoil (tanah dibagian yang lebih dalam) dan jarak tanam 2m x 3m, jalur dengan jarak 2m dibuat arah utara-selatan dan jalur dengan jarak 3m dibuat arah timur-barat hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan penerimaan sinar matahari.

Sebelum penanaman dilakukan lubang diberi campuran Pupuk kandang dan Topsoil yang telah dipisahkan tadi dan dibiarkan mendapat sinar matahari untuk menghilangkan kemungkinan adanya jamur.

Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan agar ketersediaaan air terjaga. Untuk mencegah serangan jamur pada Bibit sebelum di tanam bibit dicelup dalam larutan Fungisida. Lakukan pemeriksaan dan penyulaman terhadap bibit yang mati 2 minggu setelah penanaman.
http://tipspetani.blogspot.com/2015/07/cara-budidaya-pisang-barangan.html


Pemeliharaan tanaman  pisang
1. Pengendalian Gulma
2.Pemupukan

pemupukan bisa menggunakan campuran urea,TSP dan KCl atau NPK sebanyak 200 gram/rumpun setiap 3 atau 4 bulan sekali.

3.Penjarangan 
Dalam 1 rumpun tanaman sebaiknya hanya terdapat 3 pohon. Lakukan penjarangan pada setiap rumpun dengan jarak umur antara induk dan anakan diupayakan 3-4 bulan. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan buah serta kualitas dan kontiunitas produksi.

Buang daun yang telah diserang ulat penggulung daun.

4.Pembuangan jantung
Jumlah sisir dalam tandan penting untuk diperhatikan karena mempengaruhi kualitas buah. Umumnya dalam setiap tandan terdapat 6-10 sisir. Jika terlalu banyak buah tumbuh tidak terlalu besar. Sesuaikan dengan kondisi tanaman, misalnya jumlah daun yang segar dan kemampuan batang untuk menahan beban buah. Saat dirasa cukup lakukan pemotongan jantung kemudian bungkus buah untuk menghindari serangan hama. Pada saat berbuah tanaman memerlukan kelembaban yang baik, untuk itu perhatikan ketersediaan air. Agar buah tumbuh dengan optimal.


Pemanenan tanaman pisang
Setelah berumur setahun biasanya pisang mulai bisa dipanen. Lakukan pemanenan setelah buah telah tua. Ini ditandai dengan telah rontoknya sisa kuncup bunga yang mengering pada ujung buah dan bentuk buah yang telah relatif bulat. Hindari memanen buah sampai buah masak di pohon karena dikhawatirkan buah terlalu matang pada saat sampai ke pengumpul atau penjual buah yang dapat mengakibatkan kerusakan buah. Tetapi jika buah dijual sendiri hal ini tidak terlalu mmenjadi masalah.

Tebang pohon yang telah dipanen, dan dikumpulkan pada satu tempat. Hindari membiarkan batang pohon membusuk pada rumpun karena dapat menjadi media pertumbuhan jamur.

read more

Pengolahan Media Tanam Untuk Tanaman Nangka

0 comments
Pengolahan Media Tanam Untuk Tanaman Nangka

http://tipspetani.blogspot.com/2015/07/pengolahan-media-tanam-untuk-tanaman.html
Sebelum kegiatan penanaman dilaksanakan, perlu dilakukan pemeriksaan lapangan dan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan ditentukan batas-bata sareal .Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman nangka seperti gulma,genangan air, struktur serta pola tekstur tanah harus dibenahi/dikendalikan. Untuk itu tindakan pembersihan lapangan secara total, pengaturan drainase dan pengolahan tanah terutama di tempat yang akan dibuat lobang tanam.
Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bedengan pembibitan sebagai berikut:
    • Ukuran bedengan beragam tetapi biasanya digunakan antara 5 x1 m atau 10 x1 m.
    • Bedengan membusur arah Utara ke Selatan dan pinggirnya diperkuat denganbambu, batu merah, atau kayu serta permukaannya ditinggikan 10-15 cm dariatas permukaan tanah.
    • Antar bedengan berjarak 0,45 m dan setiap 5-10 m bedengan dibuat jalanpemeriksaan sekitar 60-100 m.
    • Saluran air dibuat sepanjang kiri kanan pemeriksaan.
    • Bedengan diberi naungan dengan atap nipah atau sarlom. Bagian yang menghadap ke timur dibuat lebih tinggi daripada yang menghadap ke Barat.
    • Dalam bedengan disusun kantong-kantong plastik yang sudah diisi media tumbuh dan sudah diberi lobang-lobang kecil di bagian bawahnya. Media tumbuh yang digunakan campuran tanah lapisan olah, pupuk organik, dan pasir halus dengan perbandingan 2:1:1. Ukuran kantong plastik yang digunakan 20 x30 cm dengan tebal 0,08 mm dan berwarna hitam.
Pengapuran
Apabila pH tanah bersifat terlalu asam atau basa maka perlu dilakukan beberapa upaya agar nangka bisa tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Apabila terlalu asam (pH<5 basa="" dapat="" ditambahkan="" jika="" kapur="" ph="" terlalu=""> 7) bisa ditambahkan belerang. Dosis yang dipakai tergantung pada kondisi tanahnya namun sebagai pedoman 1 kg kapur atau belerang untuk 1 m3 lobang tanam.

Pemupukan
Pada lobang tanam, tanah hasil galian dicampur dengan pupuk kandang 20kg/lubang dan dolomit 0,5 kg/lubang (untuk menaikkan pH). Tanah campuran ini dimasukkan ke lubang 2-3 minggu sebelum penanaman. Seminggu sebelum tanam berilah pupuk NPK (15-15-15) 100 gram ke dalam lubang penanaman.

Teknik Penanaman

Penentuan Pola Tanam
Pola usaha pekarangan adalah bertanam di lahan sekitar rumah. Hasil ini tidak semata-mata untuk dijual tetapi sebagian untuk dikonsumsi sendiri. Sedangakan pola usaha kebun yaitu bertanam di lahan yang jauh lebih luas dari pekarangan dengan pertimbangan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan pasar, modal dan tenaga kerja cukup tersedia serta lahannya sesuai dengan persyaratan tempattumbuh nangka.Pola usaha kebun dapat berbentuk kebun tanaman murni dan kebun tanaman campuran. Pada kebun tanaman murni hanya ditanam satu jenis tanaman yaitu seluruhnya ditanami nangka. Sedangkan di kebun campuran, pohon nangka dicampur nenas, pepaya, dan sebagainya. Pohon nangka yang dipelihara di kebun buah jarak tanamnya 8 - 12 m, dalam pola segi empat atau segi enam: kepadatan yang umum adalah 100-120 batang/ha.Jarak tanamnya antara lobang tanam 12 x 12 m atau 4 x 6 m.

Pembuatan Lobang Tanam
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 0,5 x 0,5 x 0,5 m atau 1 x 1 x 0,5 m. Pada saat penggalian lubang tanam, tanah bagian atas dipisahkan dari tanah bagianbawah. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 20 kg per lubang. Lubang tanah yang telah digali dibiarkan terbukaselama 1-2 minggu, agar mendapat sinar matahari sehingga teroksidasi denganbaik. Untuk menghindari kendala tanah asam, tanah galian dicampur dengan dolomit/kapur pertanian sebanyak 0,5-1 kg per lubang tanam dan tanah campuranini dimasukkan ke dalam lubang 2-3 minggu sebelum penanaman. Untuk tanah yang terlalu berat, selain pengolahan tanah dapat pula ditambahkan pasir sebanyak 0,5 kaleng per lubang. Seminggu sebelum tanam berilah NPK (15–15– 15) 100 gram ke dalam lubang penanamn apabila perlu. Bibit hasil semaian atau okulasi ditanam tegak dan kokoh ke dalam tengah lubang penanaman. Jarak antara lubang tanam 12 x 12 m atau 4 x 6 m.

Cara Penanaman
Penanaman dilakukan sore hari atau pagi hari pada permulaan musim penghujan yaitu saat curah hujan sudah cukup merata.Bibit ditanam pada lubang yang sudah tersedia, tegak lurus. Sebelum bibit ditanam, kantong plastik harus dibuang. Kalau penanaman dilakukan di luar musim penghujan atau karena adanya kelainan iklim, yaitu musim hujan tiba-tiba berubah menjadi kemarau lagi, maka bibit yang telah ditanam perlu disiram secara teratur.

Pembuatan Lubang pada Mulsa
Pemberian mulsa di sekitar pohon nangka sangat perlu; terutama pada saat musim kemarau untuk meningkatkan kelembapan tanah. Namun pada musim hujan mulsa tidak diperlukan karena dapat mendatangkan serangan jamur. Mulsa juga dapat dimasukkan ke dalam tanah sebagai pupuk organi, pemberian dua kaliper tahun sangat membantu pertumbuhan tanaman. Pemberian pupuk pabrik majemuk dilakukan di Malaysia dengan dosis 2-3 kg per pohon.


Penjarangan dan Penyulaman
Penyulaman tanaman yang mati dilakukan pada saat hujan masih turun di tahun pertama dan tahun kedua.

Penyiangan
Penyiangan atau membebaskan tanaman dari serangan gulma atau tumbuhan pengganggu dilakukan dengan cara membersihkan gulma secara manual/kimia dari tanaman nangka dengan radius 1-2 m. Pengendalian gulma secara kimiawi menggunakan herbisida misalnya Paracol 1,5 liter dalam 600 liter air per ha atau Roundup 2-3 liter dalam 800 liter air/ha.Penyiangan pertama dilakukan 1-2 bulan setelah penanaman, selanjutnya setiap2-4 bulan dilakukan selama 2-3 tahun. Penyiangan dilakukan dengan cara manual atau kimiawi.

Pemupukan
Pemberian pupuk organik berupa pupuk kandang atau pupuk kompos 1-2 kalisetahun sebanyak 20 kg per tanaman. Pemberian pupuk anorganik dilakukan satu minggu setelah penanaman dengan dosis 100 gram NPK per tanaman.Pemupukan kedua pada umur 6 bulan dengan dosis 150 gram NPK per tanaman.Pemupukan ketiga dilakukan pada tanaman umur 12 bulan dengan dosis 200gram per tanaman. Pemupukan keempat pada umur 18 bulan dengan dosis 250gram per tanaman dan pemupukan kelima dilakukan pada tanaman umur 24 bulan dengan dosis 300 gram per tanaman. 
Selanjutnya bagi tanaman yang sudah berbunga pada lahan tidak subur dapat ditambahkan pupuk organik 650gram/pohon.Untuk meningkatkan tanaman diperlukan tambahan pupuk daun guna merangsang pembentukan daun. Pemberian pupuk daun dilakukan selang 2minggu sampai tanaman umur 17 bulan. Jenis pupuk daun yang digunakan Gandasil D/Bayfolan.

Pengairan dan Penyiraman
Tanaman nangka membutuhkan drainase yang baik. Pengairan ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitasnya.Tanaman nangka memiliki perakaran dalam, tidak membutuhkan penggenangan pada saat musim kemarau karena tanaman nangka kurang toleran terhadapgenangan. Akarnya masih mampu meyerap air pada tanah yang dalam.Pemberian air tambahan diperlukan selama dua tahun pertama pertumbuhannya.

Pemeliharaan Lain
  • Pemangkasan dilakukan pada bagian tanaman yang tidak subur dan tidak produktif. Pemangkasan cabang dilakukan terhadap pohon nangka yang bertajuk rimbun agar sinar matahari tidak terhalangi sehingga merangsang perbungaan.Pemangkasan dibatasi pada penjarangan pucuk ketika pohon mulai ditanam dan sedikit pemotongan dahan-dahan yang mengandung buah agar memudahkan mencapai buah untuk dibungkus dan kemudian dipanen. Pemangkasan cabang dimaksudkan untuk mengatur pembuahan, karena bunga betina muncul pada batang utama atau cabang primer.
  • Perangsangan pembungaan dilakukan dengan cara melukai, mengebor/mengikat batang. Tujuan perlakuan untuk menghambat hasil asimilasi daun agar tidak meyebar ke seluruh bagian tanaman, melainkan untuk merangsang pembungaan. Agar buah nangka hasilnya baik dan besar, lakukan penjarangan buah. Buah yang mulai membesar bungkuslah dengan kantong/kertas semen yang sudah dicelupakan ke dalam larutan insektisida. Bisa juga dibungkus dengan anyaman dedaunan, misalnya menggunakan daun-daun palem atau anyaman kelapa.Tindakan ini dapat menghalangi serangan tikus atau kelelawar, dan memikat semut yang dapat mengusir serangga lain sehingga diperoleh buah yang kulitnyamulus dan cerah

read more

TEKNIK PEMBIBITAN BUDIDAYA TANAMAN NANGKA

0 comments
TEKNIK PEMBIBITAN BUDIDAYA TANAMAN NANGKA

http://tipspetani.blogspot.com/2015/07/teknik-pembibitan-budidaya-tanaman.html
  • Umumnya perbanyakan tanaman nangka dilakukan dengan menggunakan bijinya,karena perbanyakkan dengan cangkok atau okulasi hanya sedikit persentase jadinya. Hal ini mungkin disebabkan kandungan lateksnya yang dapat menghambat proses persatuan.
  • Seleksi dilakukan sejak masa pembibitan apabila ingin mendapatkan nangka yang bersifat unggul (cepat berbuah, mampu berproduksi banyak dengan buah yang berkualitas dan tahan terhadap hama dan penyakit). 

Beberapa hal yang perludiperhatikan dalam memilih bibit nangka yang baik adalah


a.Bibit harus berasal dari jenis atau varietas yang unggul (produksi tinggi, buah berkualitas baik, berumur panjang dan tahan terhadap hama dan penyakit).

b.Bibit harus sehat yang dapat dilihat dari sosoknya yang kokoh, batangnya kuat,lurus dan tumbuh tegak, percabangan banyak serta daun bagian atas berwarna hijau segar dan mengkilap.

Penyiapan Bibit
Penanganan benih mencakup pencucian secara hati-hati untuk membuang kulitbiji yang berlendir dan membuang bagian perikarp yang berupa tanduk; perlakuan ini akan memperbaiki perkecambahan. 

Benih disemai sewaktu masih segar; jika diperlukan penyimpanan jangka pendek, benih tidak boleh dibiarkan mengering.Benih yang memilki 40% dari kandungan air aslinya dan disimpan dalam wadah plastik yang kedap, dengan suhu udara 20 derajat C masih mampu berkecambah selama 3 bulan. 

Dalam kondisi yang memadai perkecambahan dapat diawalisetelah 10 hari dan mencapai persentase perkecambahan 80-100% dalam jangka waktu 35-40 hari setelah disemai. Benih hendaknya diletakkan mendatar atau dengan hilumnya menghadap ke bawah untuk perkecambahan.

Cara pembiakan pohon nangka dengan okulasi memerlukan keterampilan khususdan pengalaman dan persentase jadinya rendah. Keuntungannya antara laincepat berbuah dan sifatnya induknya dapat diturunkan.Tanaman yang digunakan sebagai pangkal bawah adalah anakan nangka/cempedak yang asalnya dari biji.

Cara okulasinya adalah sebagai berikut:

a)Sayat sebuah mata kayu (mata entras) dari batang nangka, dengan kulitnya kira-kira 2 cm dari atas sampai 2 cm di bawah mata. Kayu yang terbawa dibuang dengan hati-hati agar titik tumbuh mata tidak rusak.

b)Sayat kulit pohon pangkal bawah , kira-kira 10-20 cm di atas leher akar dengan lebar 2-3 cm dan panjangnya 3-4 cm. Ungkitlah dari kayunya dan lidah kukit dipotong separuhnya. Masukkanlah mata tersebut ke dalam lidah kulit pohon pangkal bawah tersebut, sedemikian rupa, mata masih kelihatan di atas lidah kulit pohon yang dipotong. Kemudian ikatlah dengan tali rafia dan mata tetap tersembul keluar (jangan sampai terhimpit).

c)Pada okulasi yang berhasil, sesudah 8-14 hari ikatan tali rafia harus dibuang. Apabila tunas sudah tumbuh sepanjang 1-10 cm, ikatlah tunas pada bagian atas pohon, agar tunas tumbuhnya lurus dan tidak dirusak karena digoyang-goyang angin. 

Bahan untuk cangkok diambil dari dahan muda/ranting baru berada di cabang pohon/tunas ranting baru yang berada di cabang pohon maupun tunas ranting yang belum produktif. 

Pencangkokkan dilakukan menjelang musim penghujan agar perakaran dapat tumbuh dengan baik. Namun demikian pencangkokkan dilakukan pada musim kemarau, tetapi harus disiram secara teratur.

Cara mencangkok dilakukan dengan cara mengupas kulit sekeliling dalam 3-5 cmlebarnya. Luka yang telah dibuat dibiarkan kering kena angin 1-2 hari. Kemudian luka bagian atas diolesi hormon rootone F, setelah itu ditutup dengan tanah berkompos atau humus yang telah dibasahi dan dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yang telah diberi lobang-lobang kecil. 

Teknik Penyemaian Bibit

Biji disemai/ditanam ke dalam kantong-kantong plastik yang sudah tersedia dibedengan sedalam setebal biji, setelah itu ditutup lapisan tanah tipis. Biji akanberkecambah dengan rata-rata daya kecambah dan persen jadi tanaman ± 90 %.

Semai muda dipotkan selambat-lambatnya setelah berdaun empat helai, karenabibit yang lebih tua sulit untuk dipindahtanamkan (transplanting). Kesulitan inidapat diatasi dengan cara menyemaikan 1-2 benih langsung ke dalam satu wadah. Semai paling cocok disimpan di bawah naungan (50-70 % intensitas cahaya matahari penuh).

Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Untuk bibit dari biji, penyiraman dilakukan secara teratur setiap pagi hari.Sebaiknya persemaian diberi naungan yang tidak terlalu rapat dan menghadap kearah timur guna mencegah penguapan air yang terlalu cepat.

Untuk bibit dari cangkokkan, penyiraman tanaman nangka dapat dilakukan secara teratur tiap hariuntuk mencegah kekeringan. Penyiraman ini dilakukan kalau belum ada hujan.Semai dari cangkokan sebaiknya diberi naungan saat baru dipindahkan supaya tidak layu.

Pemindahan Bibit

Bibit yang akan diangkut ke lapangan penanaman sebaiknya disiram terlebihdahulu. Pengangkutan bibit ke lapangan penanaman dilakukan pagi atau sore haridan dikerjakan dengan hati-hati. 

Pembongkaran bibit di lapangan dikerjakan hati-hati seperti halnya pada waktu pengangkutan. Apabila jarak angkutan bibit cukup jauh, maka bibit yang telah dibongkar dirawat lebih dahulu beberap hari sebelum ditanam.

Bibit-bibit ini (dari biji) dapat ditanam di lapangan sewaktu masih muda sekali,yaitu sebelum perakarannya tumbuh keluar pot, sebab gangguan terhadapperakaran dapat mematikan bibit itu.

Bibit juga harus mempunyai ukuran tinggi 50-75 cm dan berumur 1-1 1/2 bulan.Bibit dari okulasi dapat ditanam di lapangan pada umur 6-8 bulan. Jika panjang tunas telah mencapai 2-30 cm, potonglah bagian atas pohon pangkal dan lukanya ditutup parafin. 

Untuk okulasi sebaiknya dilakukan pada saat udara cerah dan tidak hujan. Bibit dari cangkokan, umumnya setelah 1-2,5 bulan, cangkokan sudah berakar banyak dan cangkok dapat diambil. Setelah disapih beberapa hari,cangkok dapat ditanam di lapangan.

read more

SYARAT TUMBUH TANAMAN NANGKA

0 comments
SYARAT TUMBUH TANAMAN NANGKA

http://tipspetani.blogspot.com/2015/07/syarat-tumbuh-tanaman-nangka.html
  • Angin berperan dalam membantu penyerbukan bunga pada tanaman nangka.
  • Pohon nangka cocok tumbuh di daerah yang memilki curah hujan tahunan rata-rata 1.500-2.500 mm dan musim keringnya tidak terlalu keras. Nangka dapa tumbuh di daerah kering yaitu di daerah-daerah yang mempunyai bulan-bulan kering lebih dari 4 bulan
  • Sinar matahari sangat diperlukan nangka untuk memacu fotosintesa dan pertumbuhan, karena pohon ini termasuk intoleran. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan terganggunya pembentukan bunga dan buah serta pertumbuhannya.
  • Rata-rata suhu udara minimum 16-21 derajat C dan suhu udara maksimum 31-31,5 derajat 
  • Kelembaban udara yang tinggi diperlukan untuk mengurangi penguapan.



  • Pohon nangka dipelihara di berbagai tipe tanah, tetapi lebih menyenangi aluvial,tanah liat berpasir/liat berlempung yang dalam dan beririgasi baik.
  • Umumnya tanah yang disukai yaitu tanah yang gembur dan agak berpasir. Pohonini hidup pada tanah tandus sampai subur dengan kondisi reaksi tanah asam sampai alkalis. Bahkan pada tanah gambut pun pohon ini dapat tumbuh dan menghasilkan buah.
  • Pohon nangka tahan terhadap pH rendah (tanah masam) dengan pH 6,0-7,5,tetapi yang optimum pH 6–7.
  • Kedalaman air tanah yang cocok bagi pertumbuhan nangka adalah 1-2 m atauantara 1-2.5 m. Karena perakarannya sangat dalam, maka sebaiknya ditanam pada tanah yang cukup teball lapisan atasnya (kira-kira 1 m).


Pohon nangka dapat tumbuh dari mulai dataran rendah sampai ketinggian tempat1.300 m dpl. Namun ketinggian tempat yang terbaik untuk pertumbuhan nangka adalah antara 0-800 m dpl.

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog