CARA MENGATASI IKAN KOI YANG SAKIT

0 comments
Ada 9 jenis penyakit yang paling sering menyerang ikan koi. Penyebabnya beraneka ragam, misalnya parasit, bakteri, dan jamur. Untuk mengatasinya pemilik koi harus mengetahui gejala dan penyebab penyakit itu.

Penyakit itu menyerang saat kondisi tubuh koi lemah/stress akibat pengangkutan atau kondisi air yang tidak sehat. Pada saat itu daya tahan tubuh koi terhadap penyakit menurun, sehingga “musuh”-nya bisa masuk ke dalam tubuh. Ciri ikan koi sakit antara lain gerakannya lesu atau sebaliknya terlalu lincah sambil menggosokkan badannya ke permukaan benda keras, dan siripnya menguncup.

Bila ikan terlanjur sakit, penanggulangannya atau cara mengatasinya adalah dilakukan berdasarkan jenis penyakitnya. Misalnya dengan “mandi obat”, pemberian obat lewat mulut, mengoleskan obat pada permukaan tubuh, injeksi, dan pembedahan. Berikut cara mengatasi 9 penyakit koi yang disarankan dalam A Fishkeeper’s Guide to Koi :

1. Lernaea
Penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh organisme kecil bernama Lernaea sp, bukan sebangsa cacing tapi termasuk anggota udang-udangan. Organisme sepanjang 20 mm ini separuh tubuhnya masuk ke dalam tubuh ikan, sehingga kalau dilihat tampak seperti cacing menjuntai ke luar dari sisik. Penyakit ini banyak menimpa koi impor, karena telurnya yang terbawa pada tubuh ikan menetas.

Cara mengatasinya dengan memberi zat yang mengandungdimetiltriklorohidroksietil fosfonat, atau di pasaran terkenal dengan nama dagang Dipterex, Dylox, atau Masoten. Obat ini dimasukkan ke dalam kolam sesuai dengan dosis yang tertera.

Selain dengan obat, ada cara lain yang lebih sederhana, yakni dengan mencabut parasit itu menggunakan penjepit. Luka bekas cabutannya diolesi merkurokrom dengan sikat yang terbuat dari bulu unta atau cotton bud. Selama pencabutan parasit-parasit ini, ikan dibius dan ditaruh di dalam bak yang telah diberi obat anti jamur dan bakteri, agar tak terjadi infeksi sekunder melalui luka.

read more

AGAR AYAM BETINA BERTELUR TERUS

0 comments

Ayam kampung, seperti dimaklumi bersama, biasanya hanya bertelur seadanya. Akan tetapi, di Cimanggis ada peternak yang bisa “membujuknya” hingga mau bertelur laksana ayam negeri. Langkah apa yang ia lakukan ?

Menurut para pakar unggas, kemampuan bertelur seekor ayam kampung alias ayam buras (bukan ras) yang diternak seadanya (tradisional) paling tinggi 40 butir setahun. Akan tetapi, jika dipelihara secara intensif, kata ahli lagi, produksinya bisa mencapai 123 butir. Namun Maryoto seorang yang nyambi beternak ayam kampung (buras) dengan memanfaatkan sisa tanah di belakang rumahnya di perumahan Pruoek Pembangunan di Cimanggis, Kab. Bogor, memiliki pengalaman lain. Ia bisa mengupayakan agar ayam buras itu lebih rajin bertelur mirip produksi telur ayam negeri yang mencapai 300 / butir / tahun.

Bagaimana Caranya ?

Mula-mula kata Maryoto, ia menyiapkan kandang berukuran 200 cm, tinggi 100 cm, dan lebar 40 cm. Untuk bahan ia menggunakan kaso sebagai kerangka dan bambu untuk dinding. Kemudian, bagian dalam kandang ia sekat-sekat seukuran tubuh ayam seperti halnya kandang ayam petelur. Maksudnya, kata Maryoto, agar ayam di dalamnya tidak leluasa bergerak. Dengan demikian energinya tidak banyak terbuang dan alhasil ayam lebih rajin bertelur.

Setelah kandang selesai dibuat, Maryoto membeli 8 ekor ayam betina yang hampir bertelur (usia 5 – 6 bulan) dari pasar. Setelah divaksin, ayam yang hampir mendekati masa bertelur itu dimasukan ke dalam kandang. Kemudian tanpa adaptasi, ayam kampung yang semula makan aneka ransum itu diberi ransum ayam negeri petelur sebanyak 0,5 kg/hari yang dibagi dalam dua kali pemberian.

Hasilnya setelah seminggu makan ransum buatan pabrik itu, 5 ekor di antaranya mulai bertelur, seminggu kemudian, yang 3 ekor menyusul bertelur. Mereka bertelur berturut-turut 3 hari, lalu hari keempat kosong. Demikian seterusnya, setelah menghasilkan telur 30 butir/ekor, mereka menunjukkan gejala mau mengeram. Akan tetapi, itu tidak berlaku umum, karena menurut Maryoto, ada juga ayamnya yang sudah menghasilkan 70 butir telur baru memperlihatkan gejala mengeram.

Agar tidak mengeram, kata Maryoto, ia memandikan ayam itu setiap pagi selama 4 hari dengan cara mencelupkannya ke dalam ember berisi air. Setelah basah kuyup, ayam dilepas di pekarangan dan sore dikandangkan kembali. Biasanya, selang seminggu ayam akan bertelur lagi seperti sediakala. “Pokoknya, selama ia masih mau makan ransum, yang diberikan, pasti masih akan bertelur. “Setelah 6 bulan memproduksi telur, ayam kampung yang disulap jadi ayam petelur ini dijual kembali ke pasar.”

read more

CARA MEMBUAT TEPUNG PISANG

0 comments
Pembuatan tepung pisang merupakan satu alternatif pengolahan buah pisang menjadi suatu produk yang relatif awet. Caranya mudah dan sederhana hingga bisa dilakukan sebagai usaha rumah tangga.

Pisang merupakan komoditas yang memiliki sifat mudah sekali rusak (busuk) dan tidak tahan disimpan lama, serta melimpah ketersediaannya. Oleh karena itu, buah pisang banyak juga yang terbuang begitu saja karena busuk atau tidak terkonsumsi.

Hal ini terutama disebabkan oleh kurangnya tindakan pengawetan dan pengolahan, serta tidak lancarnya sarana pengangkutan dari daerah penghasil (produsen) ke daerah pemasaran (konsumen). Penyimpanan dingin serta penyimpanan pada suhu dan tekanan rendah bisa saja dilakukan, tetapi membutuhkan biaya yang relatif mahal.

Salah satu alternatif pengawetan yang bisa dilakukan dengan mudah, sederhana, dan biaya yang relatif mudah adalah mengolah buah pisang menjadi tepung. Berikut ini langkah-langkah proses pembuatannya.

Menyiapkan Bahan

Bahan yang baik untuk dibuat tepung adalah pisang yang dipanen pada saat mencapai kematangan tertentu (tiga perempat matang), kira-kira 80 hari setelah munculnya bunga. Pada kondisi seperti itu kandungan patinya mencapai tingkat maksimum, dan rasanya tidak pahit maupun sepat karena kandungan taninnya sudah berkurang.

Pisang yang akan dibuat tepung biasanya jenis pisang yang lebih disukai kalau diolah terlebih dulu sebelum dinikmati karena kurang enak dimakan dalam bentuk segar. Diantaranya pisang kepok, pisang siam, pisang tanduk, pisang nangka, dan jenis pisang keras lainnya.

Dikukus Dulu

Pisang yang sudah disiapkan itu dikusus (dipanaskan) hingga kulitnya layu, selama kurang lebih 15 menit. Dengan begitu, kulitnya akan mudah dikupas dan tidak bergetah lagi, sehingga nantinya akan diperoleh tepung pisang yang bermutu baik.

Pengupasan dan Pengirisan

Pisang yang telah dikukus itu didinginkan terlebih dahulu baru kemudian dikupas kulitnya. Daging buah pisang yang sudah terpisah dari kulitnya diiris menyerong (miring) tipis saja, kurang lebih setebal ½ cm hingga mirip keripik. Pengirisan itu dimaksudkan untuk mempercepat pengeringan.

Pengirisan sebaiknya menggunakan pisau yang tajam dan bersih supaya diperoleh tepung yang bersih dari noda berwarna biru. Untuk membuat irisan pisang itu bisa juga memakai mesin pengiris yang dirancang khusus yang memiliki ukuran irisan yang bisa diset menurut keperluan.

Direndam Dalam Larutan Bisulfit

Sebelum dikeringkan, irisan-irisan buah pisang tadi direndam dulu dalam larutan natrium bisulfit 1.000 ppm selama kira-kira 5 menit. Gunanya untuk mencegah timbulnya warna cokelat atau kuning kecokelatan pada irisan buah pisang.

read more

TANAMAN BERINGIN SISTEM HIDROPONIK

0 comments


Beringin adalah tanaman yang bagus kalau bisa dihadirkan di ruangan rumah atau kantor. Daunnya yang rimbun menjuntai sangat sedap dipandang.

Sayangnya ia merupakan tanaman outdoor yang butuh banyak sinar matahari. Sebenarnya bisa dihadirkan di dalam ruangan, tapi paling lama hanya tahan 3 – 4 hari. Setelah itu daunnya mulai berguguran, terutama kalau diletakkan di ruang ber-AC. Dengan menanamnya secara hidroponik, beringin bisa tahan lebih lama. Di raung ber-AC ia tahan sampai 1 minggu, sebelum dipindahkan ke luar untuk menerima sinar matahari dan kembali ke kehidupan normalnya.

Daunnya Tetap Rontok

Karena keindahannya itulah Iin Hasim, pakar bunga potong sekaligus pengusaha rental tanaman terkenal di Jakarta pernah mendapat pesanan tanaman beringin hidroponik dari seorang pejabat untuk ditanam di ruangan kantornya.

“Pesanan mendadak, jadi kita harus membuat beringin hidroponik itu secepat mungkin,” tutur Iin. Pertama ia mencoba membuat beringin hidroponik itu dengan cara biasa. Setelah akar tanaman dicuci bersih, dengan hati-hati tanaman dimasukan ke dalam pot berupa ember plastik yang telas berisi batu apung sepertiganya. Lalu dengan hati-hati pula bagian akar ditimbun dengan batu apung, kemudian disiram air serta diletakkan di tempat teduh.

Hari pertama daun tanaman masih lengkap, namun memasuki hari kedua satu persatu daunnya mulai berguguran. Makin lama daun yang rontok masih banyak. “Wah, kalau terus-terusan begini bisa habis daunnya. Padahal beberapa hari lagi ia mesti sudah berada di kantor pemesannya,” pikir Iin.


Keterangan :

Gambar 1 : 1/3 Pot diisi media
Gambar 2 : Tanaman dikeluarkan dari polibag
Gambar 3 : Dibungkus paranet sebelum dimasukan ke pot
Gambar 4 : Diisi media sampai penuh
Gambar 5 : Penyiraman tiap minggu
Gambar 6 : Air dikeluarkan satu minggu kemudian

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog