ANEKA MACAM JENIS BUSUK PADA BUAH

0 comments

Buah busuk dapat digolongkan menjadi 3 bentuk  Yaitu :
  1. Busuk lunak dan basah atau busuk bonyok
  2. Busuk keras dan kering atau busuk mummi
  3. Busuk biasa atau bercak nekrosa

Bentuk-bentuk busuk buah dapat terjadi di kebun atau di tempat-tempat penyimpanan. Umumnya serangan busuk mulai terjadii di bagian daging buah. Tiga organisme patogen penyebab timbulnya busuk, yaitu cendawan, bakteri, virus diuraikan seperti berikut ini:

Serangan Busuk Buah oleh Cendawan

Cendawan, jamur atau kapang menyerang tanaman khususnya pohon buah-buahan melalui tiga cara:
  1. Melalui celah alami yang terdapat pada tanman seperti mulut daun (stomata), lentisel dan kelenjar nektar
  2. Melalui luka bekas gigitan serangga atau lainnya
  3. Melalui kontak langsung dengan tanaman inangnya

Jamur-jamur penyebab buah busuk berikut jenis buah inang dan gejala yang ditimbulkannya diuraikan di bawah ini:

Penyakit busuk buah phytophthora

Jamur phytophthora merupakan penyebab penyakit ini. Adapun jenis-jenis Phytophthora yang menimbulkan penyakit busuk buah di antaranya sebagai berikut:
  • Phytophthora palmivora Butl

Kapang ini menyebabkan penyakit layu phytophthora pada pepaya.Gejalanya berupa busuk batang dan buah.Namun kpang ini juga menyerang akar dan menimbulkan busuk akar, layu kecambah/tanaman muda atau kanker pada leher batang.Gejala awal tmpak pada batang dan buah.Bagian batang di sekitar buah dan pada buah tumbuh bercakbercak kecil basah dan tidak berwarna.Bercak-bercak akan membesar dan meluas.Namun buah muda atau buah mentah tidak diserang kecuali buah luka. Menyerang sawo, durian dan sirsak.
  • Phytophthora cinnamoni

Kapang ini menyerang tanaman nanas di Hawaii dan Australia, khususnya pada lahan-lahan yang jelek draenase dan tinggi curah hujannya.Penyakit yang ditimbulkannya menyebabkan buah muda menjadi busuk teutama buah yang berasal dari tanaman anakan yang berdekatan atau bersentuhan dengan tanah.
  • Phytophthora nicotianae B de Haan

Kapang ini penyebab timbulnya buah busuk basah pada jambu biji, melon dan semangka.Pada bagian yang busuk bila iklim senantiasa lembab akan tumbuh dan berkembang miselia dan sporangia berwarna putih dari kapang ini.Penyakit ini cukup merugikan bagi petani buah di Malaysia dan India.
  • Phytophthora drechleri Tucker dan Phytophthora capsicileonian

Kapang ini menyerang dan menimbulkan busuk buah pada melon dan semangka.Di India, cendawan ini juga menyerang buah markisa.
  • Phytophthora citricola

Merupakan jenis kapang penyebab busuk buah pada alpukat di California

Usaha Pengendalian:
  • Sebaiknya tidak melakukan penanaman pepaya di suatu lahan terus menerus guna mencegah lahan terjangkiti kapang patogen
  • Melakukan sanitasi lahan
  • Pengaturan saluran draenase
  • Tanaman di tanaman di atas bedengan
  • Untuk mencegah serangan, saat awal penanaman bibit dicelup dalam larutan bubur bordeux dan captafol
  • Agar dihindari penanaman bersama, berdekatan tau melakukan rotasi tanaman bagi jenis pohon buah yang sama-sama peka terhadap penyakit busuk buah phytophthora
Penyakit busuk buah botrytis

Infeksi kapang Botrytis cukup berat, terjadi melalui bunga. Mahkota bunga yang terserang menjadi kering dan gugur. Buah akan membusuk menjelang masak. Khususnya pada saaat iklim sering lembab atau pada musim penghujan. Ranting akan terserang bila malai bunga dan daun terserang hebat. Busuk buah Botrytis ini digolongkan juga sebagai penyakit pascapanen sebab gejala busuk terjadi atau tampak saat buah sedang dalam pengangkutan atau saat buah dalam penyimpanan. Jenis-jenis kapang Botrytis yang menyerang pelbagai jenis buah diantaranya sbb:
  • Botrytis cinerea Pers

Penyakit yang ditimbulkan disebut busuk kapang kelabu. Mungkin karena permukaan buah yang busuk terdapat kapang berwarna kelabu bertepung.Kulit melepas dari daging buah dan warrnanya agak cokelat.Tingkat selanjutnya dagaing buah mulai membusuk kemudian lunak berair.

Menyerang strawberi, almond, kesemek, jeruk, alpukat dengan gejala bagian yang terserang mula-mula keras kemudian menjadi lunak dan lembek serta lebih gelap.Kemudian buah menjadi busuk bonyok dan seluruh kulit buah diselaputi debu spora berwarna kelabu.

Usaha pengendalian:
  • Sanitasi umum yaitu sumber-sumber infeksi dimusnahkan
  • Pertukaran udara, dapat dilakukan dengan pemangkasan secara tepat dengan mengurangi tunas-tunas daun yang tumbuh berlebihan
  • Kepekaan terhadap serangan Botrytis dapat dikurangi dengan cara mengurangi pupuk nitrogen saat masa pertumbuhan dengan maksud mengurangi tumbuhnya tunas-tunas baru dan buah yang tinggi kandungan airnya
  • Panen, pengangkutan dan penyimpanan buah diusahakan sebaik mungkin
  • Pengendalian secara kimiawi dengan cara membunuh sumber infeksi pada daun
  • Untuk menghindari serangan busuk setelah panen sebaiknya buah dicuci dengan air panas dan disimpan dalam suhu serendah mungkin
Penyakit busuk buah rhizopus

Kapang Rhizopus merupakan penyebab penyakit busuk pada anggur, jambu mete, durian, melon, semangka dan sebagainya. Jenis-jenis kapang Rhizopus menimbulkan kerusakan berbentuk busuk buah di antaranya sebagai berikut:
  • Rhizopus nigricans Ehr

Kapang inimenimbulkan penyakit busuk buah dan dikenal di seluruh sentra produksi jeruk di dunia.Gejala awal penyakit ini berupa bercak-bercak kuning pucat atau kuning agak berkerut.Bercak berkembang menjadi busuk kemudian buah diselaputi miselia dan bentuk tubuh buah kapang lainnya.Buah busuk ini akhirnya dilapisi tepung tipis berwarna hitam atau kelabu.
  • Rhizopus artocarpi Raciborski

Kapang ini menyebabkan penyakit busuk buah pada nangka, disebut juga Rhizopus jackfruit Rot.Infeksi biasanya terjadi melalui bunga jantan atau pada buah-buah yang masih muda.Sporanya disebarkan melalui angin.Serangan awal tampak dari luar berupa pertumbuhan miselia berwarna kelabu yang kemudian menjadi lebih gelap dengan sporangia-sporangia berwarna hitam.Serangan lebih lanjut menyebabkan seluruh buah menjaadi busuk kemudian gugur.
  • Rhizopus stolonifer Lind

Kapang ini menyebabkan penyakit busuk buah pepaya.Hanya menyerang buah-buah masak yang telah terluka.Buah-buah mentah utuh, sehatdan tidak terluka tidak akan diserang.Berbeda dengan kapan Phytophthora yang dapat menyerang buah pada semua tingkat kematangan dan buah-buah yang tidak terluka.Cendawan ini menimbulkan buah busuk bonyok.
  • Rhizopus cirxinans v. Tilgh
  • R. arrchizus Fischer

Kedua jenis kapang ini menyebabkan timbulnya busuk kulit (Hull Rot) pada buah almond di California dan Australia.Infeksi terjadi bila kulit buah pecah dan retak.Kulit yang pecah ini menjadi alur-alur bercak tidak teratur dan berlendir.Jaringan ini kemudian mati menimbulkan cacat alur mengerut pada buah.

Usaha Pengendalian:
  • Karena cendawan ini menyerang saat luka maka pada saat pemetikan, pengepakan, pengangkutan dan penyimpanan buah harus dilakukan secara berhati-hati.
  • Sanitasi kebun senantiasa dilakukan dengan sebaik-baiknya. Buah-buah busuk harus segera dimusnahkan agar tidak menjadi sumber inokulum berikutnya.
  • Semut yang merupakan pembawa spora serta kepik dan serangga lainnya yang dapat menimbulkan luka pada buah segera diberantas.
  • Busuk buah pada nangka dapat dicegah dengan penyemprotan bubur bordeux setiap tiga minggu selama pohon berbunga dan awal pembentukan buah
  • Perendaman buah-buah pepaya ke dalam air panas, suhu 48° C selama 20 menit dapat mencegah infeksi jamur Rhizopus.
Penyakit Busuk Buah antraknosa

Penyakit busuk buah antraknosa merupakan penyakit yang cukup dikenal. Gejala serangannya tampak pada buah-buah masak berbentuk bercak-bercak cekung busuk. Bila seluruh permukaan buah sudah terserang bercak, maka seluruh bah menjadi busuk bonyok. Pada becak-bercak busuk bonyok ini tumbuh lapisan massa konidia berwarna. Penyakit ini disebabkan oleh kapang Cvolletotrichum. Beberapa kapang colletotrichum yang menimbulkan penyakit busuk buah antraknosa di antaranya sebagai berikut:

Kapang ini secara umum menyerang tanaman semai, bunga, buah, daun dan ranting pelbagai jenis buah. Beberapa jenis buah yang diserang cendawan ini yaitu alpukat, jambu biji, jambu monyet, jeruk, jeruk lemon, kesemek, mangga, markisa, srikaya, buah nona, pepaya. Iklim yang senantiasa basah serta kondisi lahan dan pertanaman yang menunjang kelembaban sangat serasi bagi pertumbuhan dan perkembangan penyakit ini. Buah-buah yang diserang umumnyabuah-buah yang menjelang masak.
  • Colletotrichum musae Arx

Penyakit antraknosa pada pisang ini pertama kali dinyatakan sebagai penyakit pascapanen sebab serangannya terjadi pada buah-buah masak dalam penyimpanan.Gejala awal dari penyakit ini tampak pada kulit buah yang mulai menguning dengan bercak-bercak kecil berwarna cokelat.Bercak-bercak ini kemudian semakin membesar dan cekung.Pada buah mentah yang telah dipanen timbul bercak-bercak kecil bulat berwarna hitam dan cekung kemudian membentuk halo berwarna kuning.Buah-buah yang terserang hebat menjadi hitam dan busuk.Sering buah menjadi mengerut dan busuk kering (busuk mummi).
  • Sphaceloma pinica Bitsncourt and Jenkins

Merupakan kapang penyebab antraknosa pada buah delima.Menurut keterangan penyakit ini merupakan penyakit penting tanaman delima di dunia.
  • Colletotrichum lagenarium (Pass) Ell & Halls

Kapang ini menyebabkan penyakit antraknosa pada buah semangka

Usaha Pengendalian:
  • Melakukan sanitasi kebun sebaik-baiknya dengan cara menjaga kelembaban lahan, pemangkasan
  • Penyemprotan dengan fungisida secara berkala dan teratur
  • Buah-buah yang akan disimpan atau diekspor direndam dalam air panas suhu 48 °C selama 20 menit sebagai pencegahan
Penyakit busuk buah phomopsis

Kapang Phomopsis menimbulkan busuk buah serta kanker pada pelbagai bawah. Jenis-jenis kapang Phomopsis yang menimbulkan penyakit tersebut di antaranya sebagai berikut:
Phomopsis anonacearum Bondartzeva-Monteverde

Kapang ini menimbulkanbusuk yang disebut kanker hitam (black cancer) pada buah srikaya.Gejala awal penyakit ini tampak berupa bercak-bercak ungu dengan berbagai ukuran.Bercak ini sering terdapat di dekat ujung buah kemudian mengeras menjadi celah dalam.
  • Phomopsis citri Faw

Kapang penyebab busuk pangkal buah iji telah menyebar k seluruh areal jeruk di dunia.Gejala wal terlihat di sekeliling ujung pangkal buah yang menjadi liat dan mengeras berwarna kekuningan sampai cokelat.Bila buah mulai masak dan iklim atau udara bertambah panas, maka kebusukan buah cenderung bertambah cepat, baik kualitas maupun kuantitas kebusukan.Infeksi kapang terjadi saat buah masih menggantung di pohon atau melalui tangkai buah yang baru dipetik.

Usaha Pengendalian
  • Melakukan sanitasi kebun, di antaranya memusnahkan sumberr inokulum.
  • Penyemprotan dengan bubur bordeux
  • Penyemprotan buah jeruk menjelang panen dengan benomyl berdosis 500 ppm


Penyakit busuk buah Pythium

Merupakan golongan cendawan perusak atau penyebab busuk akar. Beberapa di antaranya menyerang organ-organ vegetatif dan buah. Akibat serangannya menimbulkan kerusakan berbentuk busuk bonyok. Bagian yang terserang menjadi berwarna hitam bonyok dengan bentuk tidak seperti biasanya. Busuk bonyok ini dapat menyerang seluruh buah atau hanya sebagian saja. Bagian yang terserang ini membusuk, hitam mengerut dan keriput. Bagian lain yang tidak terserang tetap berwarna dan berbentuk normal

Usaha Pengendalian
  • Pengendalian serangan penyakit ini belum diketahui. Buah-buah yang dihasilkan menjadi tidak bernilai ekonomis lagi. Sebaiknya buah-buahan ini dibuang dan dimusnahkan
Sumber: 
Penyebab Buah Busuk dan Pengendaliannya, 2010
Penulis: 
Nurida, SP
Disarikan dari :  http://bakorluh.babelprov.go.id/

read more

Bercocok Tanam Dengan Cara Polikultur

0 comments
http://tipspetani.blogspot.com/2015/04/bercocok-tanam-dengan-cara-polikultur.html


Bertanam secara polikultur adalah menanam bermacam-macam tanaman pada waktu dan lahan yang sama. Setelah di coba lebih dari 20 tahun ternyata tanaman monokultur lebih bermasalah daripada tanaman polikultur. dengan menanam tanaman yang beraneka ragam dapat mengurangi serangan hama dan penyakit.

Penanaman tanaman yang beraneka ragam dapat dikerjakan dengan cara sebagai berikut:

  • Tumpangsari, yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dan dalam waktu yang bersamaan, serta dalam barisan-barisan yang teratur. Disebut juga intercropping.
  • Tanaman perangkap, yaitu menanam tanaman yang lebih menarik daripada tanaman pokok. Disebut juga trap croping.
  • Daya tarik tanaman, yaitu tanaman yang dapat memberikan makanan atau melindungi serangga yang bermanfaat.
  • Penyamaran tanaman pokok, misalnya buncis ditanam diantara tunggul jerami, sehingga lalat agromyza tidak melihat semai buncis diantara tunggul jerami tersebut. Dengan demikian, tanaman buncis tetap sehat.
  • Tanaman adas ditanam diantara kobis bunga untuk memberi aroma yang enak sehingga hama lebih tertarik pada tanaman adas daripada tanaman kobis.
  • Perubahan tekstur atau warna dari latar belakang tanaman, sehingga hama aphis lebih tertarik pada tanaman kol dengan tanah kosong daripada tanah yang berumput dengan latar belakang bermacam-macam tanaman, beberapa serangga tidak suka warna merah dan opal.
  • Tanaman yang menghasilkan bau yang kuat, misalnya bawang putih, bawang merah, bawang daun(prei,oncang), kemangi, selasih, ketumbar, sering kali menolak serangga.
  • Mengalihkan perhatian hama dari tanaman pokok ke tanaman kedua yang lebih disenangi (sebagai tanamn perangkap)
http://tipspetani.blogspot.com/2015/04/bercocok-tanam-dengan-cara-polikultur.html

read more

CARA PENANAMAN POHON DUKU

0 comments

Pohon duku umumnya di tanam di pekarangan, tetapi sering pula ditanam tumpang sari di bawah pohon kelapa (di Filipina) atau ditumpang sarikan dengan tanaman lain seperti pohon manggis dandurian (di Indonesia dan Thailand). Jarak tanam yang dianjurkan sangat bervariasi dari jarak 8x8 m (kira-kira 150 pohon/ha, di Philipina) sampai jarak 12x12 m untuk tipe longkong yang tajuknya memencar di Thailand bagian selatan (50-60 pohon/hektar). Jarak tanam ini ditentukan dengan memperhatikan adanya pohon-pohon pendampingnya. 


Variasi jarak tanam yang lain adalah ukuran 7x8 m, 8x9 m, 9x9 m, 9x10 m. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jarak tanam harus cukup lebar, karena jika tanamannya sudah dewasa tajuknya membutuhkan ruangan yang cukup luas. Salah satu variasi tersebut dapat diterapkan tergantung kondisi tanah terutama tingkat kesuburannya. Seandainya diterapkan jarak tanam 10x10 m, berarti untuk lahan yang luasnya satu hektar akan dapat ditanami bibit duku sebanyak 100 pohon. 

Setelah jarak tanam ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam. Waktu yang terbaik untuk membuat lubang tanam adalah sekitar 1- 2 bulan sebelum penanaman bibit. Lubang tanam minimal yang dibuat adalah berukuran 0,6 x 0,6 x 0,6 meter. Namun akan lebih baik apabila ukurannya lebih besar yaitu 0,8 x 0,8 x 0,7 meter. Jika bibit duku yang akan ditanam berakar panjang (bibit dari biji), maka lubang yang dibuat harus lebih dalam. Tetapi jika bibit duku berakar pendek (bibit hasil cangkok), penggalian lubang diusahakan lebih lebar dan lebih luas. 

Penanaman bibit pohon duku sebaiknya menunggu sampai tanah galian memadat atau tampak turun dari permukaan tanah sekitarnya. Sebelum penanaman dilakukan, maka tanah pada lubang tanam digali terlebih dahulu dengan ukuran kira-kira sebesar kantung yang dibuat untuk membungkus bibit. Setelah itu pembungkus bibit dibuka dan tanaman dimasukkan dlam lubang 
tanam. Hal yang perlu diperhatikan adalah posisi akar tidak boleh terbelit sehingga nantinya tidak mengganggu proses pertumbuhan. Pada saat penanaman bibit, kondisi tanah harus basah/disiram dahulu. 

Penanaman bibit duku jangan terlalu dangkal. Selain itu permukaan tanah yang dibawa oleh bibit dari kantung pembungkus harus tetap terlihat. Setelah bibit tanam, maka tanah yang ada disekitarnya dipadatkan dan disiram dengan air secukupnya. Disekitar permukaan atas lubang tanam dapat diberi bonggol pisang, jerami, atau rumput-rumputan kering untuk menjaga kelembaban dan menghindari pengerasan tanah 

Sumber: 
http://tabulampot-ok.blogspot.com/

read more

CARA MEMBUAT PESTISIDA ORGANIK

0 comments

Tembakau, salah satu bahan pestisida organik
Pestisida organik adalah pestisida yang bahan utamanya berasal dari makhlukhidup. Jika yang digunakan untuk membuat pestisida terbuat dari tanaman bisadisebut pestisida nabati.

Bahan aktif pestisida yang berasal dari tanaman berupa kelompok metabolit sekunder yang mengandung beribu-ribu senyawa bioaktif seperti alkaloid, terpenoid, fenolik dan zat – zat kimia sekunder lainnya. Senyawa bioaktif tersebut dapat mempengaruhi serangga, seperti penolak (repellent),penarik (attractant), penghambat makan (anti feedant), penghambat perkembangan serangga (insect growth regulator), menurunkan kepiridian,mencegah peletakan telur (oviposition deterrent) dan berpengaruh langsung sebagai racun. 

Penggunaan pestisida kimia yang tidak bijaksana menyebabkan resistensi terhadap hama, membunuh musuh alami dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain itu, harga pestisida kimia sangat mahal sehingga pestisida organik mulai dilirik petani.

Pestisida Organik Memiliki Keunggulan antara lain :

1. Mudah dibuat dan murah
2. Lebih aman terhadap lingkungan
3. Tidak menimbulkan residu yang bertahan lama pada tanaman
4. Tidak mudah menimbulkan resistensi hama
5. Menghasilkan produk pertanian yang sehat

Disamping Keunggulan yang dimiliki, Pestisida Organik juga mempunyai kelemahan, yaitu :
1. Reaksinya agak lambat
2. Tidak tahan sinar matahari
3. Kurang praktis dan tidak tahan disimpan lama
4. Perlu penyemprotan yang berulang-ulang

Pestisida Organik untuk Cabe yang Daunnya Keriting

Bahan :
2 kg abu dapur
0,25 kg tembakau
0,3 kg tepung belerang (sulphur)

Cara membuat pestisida :
Rendam belerang, tembakau dan abu dalam 10 lier air selama 3-5 hari
Larutan disaring dan digunakan untuk menyemprot daun cabai yang mulai keriting.
Abu dapur bisa ditaburkan langsung ke daun cabai yang keriting.

Pengendalian Hama Sayuran dengan Pestisida Organik
Bahan :
  • 2 kg daun gamal (Gliricidia sepium)
  • 2 kg daun ketepeng kebo (Cassia alata)
  • 2 kg daun kara (Phaseolus lunatus)
  • 2 kg daun kenikir (Tagetes patula)
  • 2 kg daun mahoni (Swietenia mahagoni)
  • 2 kg daun brotowali (Tinospora crispa)
  • 0,25 kg tepung belerang
  • 20 kg tepung kapur
Cara membuat pestisida :
Dedaunan ditumbuk halus, dicampur kapur dan belerang. Semua bahan dimasukkan tong (drum) direndam air dan diaduk rata. Perendaman dilakukan selama seminggu.

Setelah seminggu, disaring dan diencerkan dengan air perbandingan 1 : 3. Pestisida organik ini dapat digunakan untuk menyemprot sayuran yang diserang hama.

Pestisida Organik untuk Mengatasi Walang Sangit
Bahan :
  • 10 kg umbi gadung (Dioscorea hispida)
  • 10 kg jengkol (Pithecellobium lobatum)
  • 5 kg pulai (Alstonia scholaris)
  • 5 kg buah pinang (Areca catechu)
  • 5 kg daun dan buah kecubung (Datura metel)
  • 3 kg daun johar (Cassia siamea)
  • 3 kg daun gamal (Glirisida sepium)
  • 0,5 kg kapur sirih
Cara membuat pestisida :
Semua bahan ditumbuk halus, kemudian dimasukkan dalam tong (drum). Direndam dalam 100 liter air, tong ditutup rapat selama 2-3 minggu sampai bahan-bahan ini membusuk.

Ambil cairan dan encerkan dengan perbandingan 1 : 4. Pestisida organik ini dapat digunakan untuk mengendalikan walang sangit, ulat, lembing, tikus dan dapat juga digunakan untuk pupuk.

Pengendalian Wereng dengan Pestisida Organik
Bahan :
  • 2 buah kecubung (Datura metel)
  • 1 kg akar tuba (Derris elliptica)
Cara membuat pestisida :
Akar tuba dan buah kecubung direbus sampai mendidih, didinginkan dan disaring.
Ambil 1 liter, encerkan sampai 16 liter. Insektisida organik ini dapat digunakan untuk mengendalikan wereng.
Pestisida Organik dari Kencing Sapi
Bahan :
  • Air kencing sapi
  • Daun tembakau
  • Daun nimba
  • Rimpang kunyit
Cara membuat pestisida :
Dedaunan dan rimpang dimasukkan tong (drum), direndam dalam air kencing sapi selama 2 bulan. Sebelum digunakan untuk menyemprot tanaman yang diserang hama, larutan diencerkan dengan air perbandingan 1 : 2.
Pestisida Organik untuk Mengendalikan Tikus
Bahan :
  • Kulit kayu gamal
  • 10 kg Gandum atau padi
Cara membuat pestisida :
Biji gandum/padi dan kulit kayu gamal direbus dengan air. Biji padi tersebut ditabur di kebun. Tikus yang makan padi akan mati karena gamal mengandung coumarin. 
Pestisida Organik untuk Basmi Bekicot
Bahan :
  • Garam dapur
  • Bawang putih
  • ¼ cangkir sabun cuci piring
Cara membuat pestisida :
Bawang putih ditumbuk, dicampur ½ liter air garam. Ditambah sabun cuci piring, disaring. Moluskisida organik ini disemprotkan ke tempat yang diserang siput atau bekicot.
Cara Membuat Fungisida Organik dari Jahe
Bahan :
  • 20 g rimpang jahe
Cara membuat pestisida :
Rimpang jahe ditumbuk halus, dicampur air, disaring. Fungisida organik disemprotkan ke tanaman yang diserang Erysiphe polygoni, rhizoctonia solani, Sclerotium oryzae, S. rolfsii.
Bit Gula sebagai Fungisida Organik
Bahan :
  • Bit gula (Beta vulgaris)
Cara membuat pestisida :
Bit diblender dengan menambahkan air 5% dari beratnya. Campuran ini digunakan untuk mengendalikan Alternaria tenuis, Curvalaria penniseti, Fusarium solani, Fusarium oxysporum, Helmithosporium spp.

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog