PANDUAN MENANAM SIRIH MERAH

0 comments

Tanaman sirih merah kini semakin populer di kalangan penghobi tanaman hias. Selain bentuk dan warna daun yang indah dan segar, ternyata tanaman sirih merah memiliki beragam manfaat bagi kesehatan manusia. Berbagai penyakit konon bisa sembuh dengan tanaman sirih merah, salah satunya adalahmengobati penyakit diabetes atau kencing manis. Tidak heran jika kini pecinta tanaman hias menanam tanaman hias ini di pekarangan rumahnya sebagai penghias rumah dan sekaligus sebagai tanaman obat. Namun ternyata menanam tanaman sirih merah gampang-gampang mudah. Karena itu simak tips-tips menanam tanaman sirih merah berikut ini.


Lingkungan Hidup Sirih Merah

Hal pertama yang penting dimengerti sebelum menanam tanaman sirih merah dan juga tanaman lainnya adalah habitat atau lingkungan hidup tanaman tersebut di alam asalnya. Tanaman sirih merupapakan tanaman merambat yang menyukai tempat teduh. Karena merambat biasanya tanaman sirih merah merambat pada pohon-pohonan hidup, sehingga cukup ternaungi oleh pohon tempat ia merambat. 

Kebutuhan sinar matahari bagi tanaman sirih merah ini adalah sekitar 60 – 75 persen cahaya matahari. Tanaman sirih merah yang tumbuh di tempat teduh, daunnya akan melebar. Warna merah marunnya yang cantik akan segera terlihat bila daunnya dibalik. Batangnya pun tumbuh gemuk. Bila terkena banyak sinar matahari, batangnya cepat mengering. Sebaliknya bila terlalu banyak kena air akar dan batangnya akan membusuk. 

Untuk menghindari hal tersebut biasanya diberikan perlindungan berupa paranet atau tanaman sirih merah diletakkan pada tempat yang teduh. Selain itu tempat penanaman sirih merah tidak banyak terkena air hujan.

Menanam tanaman sirih merah bisa dilakukan langsung pada tanah atau bisa menggunakan media pot atau polibag. Terggantung pada selera anda dan juga lingkungan anda. Jika akan menanam sirih merah dalam pot, terlebih dahuku siapkan tempat atau pot yang sudah di isi pasir, tanah, pupuk kompos Perbandingannya 1:1:1.


Cara Menanam Sirih Merah

Jika Media tanah untuk menanam sirih merah sudah siap kita bisa menanam tanaman sirih merah dengan berbagai cara. Cara menanam sirih merah yang paling mudah adalah dengan jalan stek. 

Cara Menanam Sirih Merah Dengan Stek
Cara Menanam sirih merah melalui stek adalah sebagai berikut :
  1. Pilihlah batang sirih merah yang sudah tua.
  2. Potong batang sirih kira-kira dua ruas. Jangan asal potong. Sebaiknya batang yang diplih sudah memiliki 2 -3 lembar daun.
  3. Rendam potongan batang ini ke dalam air biasa kira-kira 15 menit lalu angkat.
  4. Masukkan stek ke dalam media tanam yang sudah disediakan.
  5. Letakkan setek yang sudah ditanam di tempat teduh. Sinar matahari kira-kira 60 persen saja, tunggu hingga tumbuh tunas baru dengan selalu menjaga tetap pada tempat teduh dan cukup air.

Cara Menanam Sirih Merah Dengan Merunduk
Pada dasarnya menanam sirih merah dengan merunduk ini hampir sama dengan stek, namun pemotongan dilakukan setelah akar tumbuh. Pilih batang sirih yang sudah panjang, kemudian cukup letakan di tanah atau di media yang telah kita siapkan. Setelah beberapa minggu, akar akan tumbuh, dan batang sirih siap di potong.

Menanam Sirih Merah Dengan Stek Air
Stek Air merupakan cara yang hampir sama dengan stek biasa, hanya saja untuk mempercepat pertumbuhan akar sirih merah dilakukan cara menanam sirih merah dengan stek air ini. Cara menanam sirih merah dengan stek air ini bisa dikatakan cara paling mudah. Cukup potong batang sirih, kemudian batangnya di rendam di air sampai akarnya keluar. Tapi cukup batangnya saja yang di rendam, jangan dengan daun sirihnya. Bisa kita masukan di botol bekas air mineral.

read more

PANDUAN BUDIDAYA KACANG IJO

0 comments
Budidaya kacang hijau sendiri tidaklah begitu sulit, semua orang dapat membudidayakannya asalakan memiliki referensi yang baik. Artikel tentang budidaya kacang hijau dibawah ini mungkin dapat menjadi referensi yang baik untuk anda yang berminat membudidayakan kacang hijau. Berikut ulasannya:

Persiapan Lahan Budidaya
Langkah awal dalam budidaya kacang hijau adalah mempersiapkan media tanamnya. Kacang hijau termasuk tanaman yang budidayanya memiliki kriteria tanah tersendiri. Jenis tanah terbaik untuk budidaya kacang hijau adalah jenis tanah lempung berliat yang memiliki banyak kandungan unsur organik didalamnya serta memiliki sistem drainase yang baik. Tingkat keasaman pH harus berkisar 6,5-7,0. 

Budidaya kacang hijau dapat dilakukan pada bekas lahan yang ditanami padi namun dengan persyaratan kacang hijau sudah harus ditanam setelah 5 hari tanaman padi atau jagung dipanen. Namun untuk anda yang tidak memiliki lahan bekas padi atau jagung, pengolahan tanah diwajibkan. Pengolahan tanah untuk budidaya kedelai dapat dilakukukan dengan cara membajak lahan dengan cara mencangkulnya. Berikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar dalam budidaya kedelai. Biarkan lahan tanpa perlakuan apapun selama seminggu agar tanah dapat tercampur sempurna dengan pupuk kandang.

Langkah selanjutnya adalah buatlah bedengan dengan lebar 1 m tinggi 0,5 m dan jarak antar bedengan adalah 150cm sedangkan untuk panjan dapat menyesuaikan luas lahan. Selanjutnya buat lubang tanam 20 x 20 cm. Kacang hijau ditanam dengan cara tugal maka pada buatlah 3 buah lubang tanam, satu lubang untuk benih dan dua lainnya untuk pupuk.
Baca Juga: budidaya kedelai

Persemaian Benih
Persemaian benih kacang hijau dilakukan dengan cara membasahi benih kacang hijau dengan air lalu dikeringkan dan didiamkan hingga paling lama satu hari hingga benih kacang hijau timbul kecambah.

Benih yang telah berkecambah dan siap ditanam

Penanaman Bibit Kacang Hijau
Setelah benih yang disemai telah berkecambah maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menanam bibit tersebut pada lubang tanam. Masukkan 2-3 bibit kedalam 1 lubang tanam lalu tutup kembali bibit dengan tanah tipis. Selanjutnya masukkan pupuk pada dua lubang lainnya dan tutup kembali dengan tanah. Siram lubang tanam dengan air secukupnya agar tanah lembab.
Perawatan Budidaya

Penyiraman
Pentiraman dilakukan dengan melihat kondisi cuaca. Apabila cuaca panas ketika musim kemarau maka kacang hijau harus disiram palin tidak 2 kali sehar pagi dan sore. Sedangkan bila terjadi hujan penyiraman dapat melihat kondisi lahan terlebih dahulu, apabila hujan terjadi cukup lama dan membuat tanaman basah sekali maka penyiraman tidak perlu dilakukan pada hari tersebut.

Penyulaman
Penyulaman bertujuan untuk mengganti bibit yang mati atau gagal tumbuh. Penyulaman dapat dilakukan ketika tanaman telah berumur 2 minggu, perhatikan dengan jeli kondisi tanaman yang gagal tumbuh atau perkecambahannya layu. Setelah itu cabut tanaman tersebut dan diganti dengan bibit yang baru.

Penyiangan Gulma
Penyiangan dapat dilakukan satu sampai 2 minggu sekali. Penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan proses penyulaman agar lebih efektif. Jaga gulma agar tidak tumbuh disekitar area pertanaman. Apabila gulma tumbuh secara berlebihan maka yang akan terjadi tanaman kacang hijau tidak mendapat pasokan unsur hara yang cukup. Maka dari itu penyiangan harus dilakukan dengan baik dan tepat waktu.

Pemupukan
Pemupukan susulan dilakukan ketika tanaman kacang hijau berumur 30 hari ketika tanaman sudah mulai berbunga. Pupuk yang digunakan adalah pupuk Urea 60 kg/ha, TSP 100 kg/ha dan KCL 50 kg/ha. Pemupukan sendiri dilakukan dengan memasukkan pupuk pada lubang pupuk yang telah disiapkan ketika proses persiapan lahan. Masukkan bibit kelubang tersebut dan tutup kebali dengan tanah.

Pemanenan Kacang Hijau
Panen kedelai dapat dilakukan ketika tanaman telah berumur 3-4 bulan. kacang hijau yang sudah siap dipanen adalah kacang hijau yang polongnya sudah mulai mengering dan mudah pecah. Pemanenan kacang hijau dapat dilakukan setiap hari yaitu pada pagi hari. cara pemanenan sendiri dapat dilakukan hanya dengan memetik polong kacang hijau. 


read more

CARA MEMBUAT MINYAK KEMIRI

0 comments
Diakui atau tidak, rambut adalah sebuah mahkota yang harus dijaga sebaik mungkin, karna kalu sudah mengalami ekrontokan, bahkan kebotakan akan sangat sulit sekali untuk dibobati agar kembali lebat, selain memakan banyak dana, juga membutuhkan waktu yang cukup lama, sedangkan waktu adalah uang, Oleh karena itu, sepatutnya kita merawatnya, salah satuny adalah dengan minyak kemiri. Minya kemiri selain berhasiat merawat rambut, insya Allah juga dapt menumbuhkan rambut yang rontok jika digunakan secara terus-menerus. Oke, langsung sikat aja dah....



Kita siapakn terlebih dahulu bahan-bahannya:

1. Buah kemiri 250 gram
2. Air secukupnya


Caranya.
  1. Blender buah kemiri dengan air secukupnya, ampe halus, tapi jangan halus-halus banget, ntar susah nyaringnya. Kalo nggak punya blender, ditumbuk atau diulek aja ampe halus.
  2. Saring, seperti meras kelapa jadi santan, ampe air santan kemiri tak kental lagi, kalo yang sudah terlanjur terlalu halus karena terlalu banyak air, bisa disaring dengan menggunakan kain.
  3. Abis dapet santan kemiri yg gak ada ampasnya, siapkan kuali atau panci untuk mendidihkan. Aduk lama, ampe jadi minyak. Sabar aja, emang cukup lama, sampai airnya menguap dan tersisa putih-putihnya.
  4. Minyak kemiri harus benar-benar mateng, biar gak apek, tandanya adalah kerak minyak warnanya coklat pekat ato nyaris itam, hal itu udah menandakan minyak kemiri udah masak dan siap pakai.
  5. Nah, setelah itu ambil keraknya, lalu peras kembali dengan menggunakan kain, sampai keluar keraknya kering, sampai nggak keluar minyak lagi
  6. Ambil botol, tuk dijadikan tempat, botolnya yang bersih ya dan gak bau apa-apa, biar baunya gak bercampur aduk.
Selamat mencoba

read more

Alat Pertanian Tradisional Yang Masih Digunakan di Indonesia

0 comments
Alat Pertanian Tradisional adalah benda yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan dalam bidang pertanian yang sifatnya masih tradisional. Salah satu ciri alat tradisional yakni alat yang penggunaannya secara manual. Sampai saat ini peralatan pertanian tradisional masih aktif digunakan oleh para petani guna mempermudah dalam mengolah tanah, menghilangkan rumput, memetik hasil panen, dan lain sebagainya. Jadi dengan menggunakan alat pertanian, para petani dapat menghemat waktu dan biaya produksi pertanian sehingga keuntungan yang didapatkan oleh mereka dapat maksimal.





10 Contoh Alat Pertanian Tradisional dan Fungsinya 

Seperti yang sudah maklum bahwa perkembangan teknologi semakin hari semakin maju dan berkembang. Dulu manusia hanya menggunakan bahan batu dan kayu sebagai alat pertanian. Selanjutnya seiring dengan perkembangan cara berpikir manusia, terciptalah alat-alat pertanian dengan bahan dari logam seperti besi. Di bawah ini 10 contoh alat pertanian tradisional baik alat yang dibuat dari batu, kayu, dan logam, serta perpaduan antara berbagai bahan pembuat alat pertanian:

1. Cangkul ( bahasa Jawa : pacul ) dan fungsinya

Cangkul digunakan atau berfungsi untuk menggali, membersihkan tanah dari rumput ataupun untuk meratakan tanah. Cangkul masih digunakan hingga kini. Pekerjaan yang lebih berat biasanya menggunakan bajak. Cangkul biasanya terbuat dari kayu dan besi. 

Dalam hubungannya dengan persiapan tanam benih padi, cangkul digunakan untuk menggali bagian tepi/pinggir sawah atau dalam istilah bahasa Jawa disebut pekerjaan minggiri sawah. Fungsi sawah dipinggiri sebelum dibajak menggunakan garu dan atau traktor adalah agar bagian tepi sawah juga ikut gembur, dikarenakan alat garu maupun traktor tidak bisa maksimal untuk menjangkau tepian sawah.

2. Parang
Parang adalah senjata tajam yang terbuat dari besi biasa. Bentuknya relatif sederhana tanpa pernak pernik. Kegunaannya adalah sebagai alat potong atau alat tebas (terutama selak belukar) kala penggunanya keluar masuk hutan. Parang juga digunakan untuk pertanian. ( Sumber :Wikipedia )

Dalam pertanian sawah, parang digunakan untuk membabat rumput yang berada di pematang sawah. Kegiatan ini oleh orang Jawa disebut dengan istilah "nampingi" 

3. Garu dan fungsinya serta cara kerjanya/penggunaannya


a. Pengertian Garu 
Garu adalah alat pembajak sawah atau ladang yang terbuat dari bahan kayu. Kayu yang digunakan sebagai bahan pembuat garu yaitu kayu yang sifanya keras dan awet seperti kayu jati, sono keling/angsana, kayu laban, dan jenis kayu keras lainnya.

Garu terdiri atas dua bagian yakni bagian pembajak dan penarik. Bagian pembajak berukuran panjang sekitar 40 cm dan lebar 30 cm. Bentuk garu dibuat lengkung. Ketebalan garu dibuat lebih lebal bagian pangkal, sedangkan bagian ujungnya lebih tipis/pipih dari pangkalnya. Bagian penarik terbuat dari balok kayu yang panjangnya antara 150 - 200 cm. 

Garu seringnya digunakan untuk membajak sawah berlumpur, walaupun ada sebagian petani yang menggunakan untuk membajak ladang tanah berpasir.

b. Fungsi garu
Garu berfungsi untuk membajak sawah berlumpur dan ladang berpasir. Pengerjaan lahan dengan garu sebagai tahap atau proses awal pengolahan tanah sawah berlumpur setelah sawah mulai digenangi air. Jika garu difungsikan untuk membajak ladang pasir maka baik tanah kering maupu mengandung air tetap dapat dibajak dengan garu. Tanah sawah yang sudah digaru masih berupa gumpalan tanah yang bentuknya mirip garu, jadi garu baru berfungsi untuk membalikkan posisi permukaan tanah sawah.


c. Cara kerja garu

Garu tidak dapat berfungsi tanpa adanya tenaga yang menarik dan menekannya. Untuk membajak sawah/ladang dengan alat garu bisa memanfaatkan murni tenaga manusia dan dapat juga dilakukan perpaduan/kerja sama anatara tenaga manusia dengan bantuan hewan seperti kerbau, sapi, dan kuda.


#1). Pemanfaatan garu dengan murni tenaga manusia 


http://tipspetani.blogspot.com/2016/05/alat-pertanian-tradisional-yang-masih.html

Jika penggunaan garu memanfaatkan tenaga manusia, maka dalam prakteknya harus minimal 2 orang. Di mana yang satu sebagai penarik dan yang satunya lagi sebagai penekan garu. namun pada umumnya penarik garu terdiri atas 2 orang dan penekan garu hanya 1 orang. Sedikit atau banyaknya jumlah anggota yang menggerakan garu tergantung juga dengan kondisi kesuburan dan kegemburan tanah yang dibajak. Semakin tanah gembur maka semakin memungkinkan untuk menggunakan 2 tenaga manusia. Pada gambar di atas terlihat 6 orang penarik dan 1 orang penekan karena tanah yang dibajak cukup keras.


#2). Pemanfaatan tenaga manusia dan hewan

http://tipspetani.blogspot.com/2016/05/alat-pertanian-tradisional-yang-masih.html


Hewan yang bisa dimanfaatkan tenaganya untuk menarik garu adalah hewan kerbau, sapi, dan kuda. Unuk kebau dan sapi bisa dimanfaatkan tenaganya di sawah berlumpur dan ladang. Namun kuda hanya bisa dimanfaatkan di lahan kering.

Ketiga hewan tersebut berfungsi untuk menarik pegangan/garan garu, sedangkan yang menekan garu tetap menggunakan tenaga manusia.


4. Luku/Wluku dan fungsinya

http://tipspetani.blogspot.com/2016/05/alat-pertanian-tradisional-yang-masih.html
Luku adalah alat pertanian tradisional yang digunakan untuk meratakan tanah setelah tanah digaru. Jadi setelah tanah digaru biasanya didiamkan dulu selama sekitar 1 minggu kemudian baru diwluku. Jadi fungsi utama alat luku adalah untuk meratakan tanah sebagai lahan yang siap untuk ditanami.


Adapun cara pengunaannya sama dengan penggunaan garu. Jadi antara garu dan luku merupakan satu paket namun dengan fungsi yang berbeda. Garu dan luku dapat dipasang di alat penarik yang sama secara bergantian. Oleh sebab itu di bagian pangkal penarik garu/wluku didesain yang kiranya mudah bongkar pasangnya.


5. Batang pohon pisang ( bahasa Jawa : gedebog pohon pisang ) dan fungsinya



Jika tanah sawah yang sudah diluku/dimluku maka alangkah baiknya gunkan gedebog untuk meratakan atau lebih menghaluskan permukaan tanah sawah sebelum dilakukan penggarisan. Jadi fungsi gedebog sebagai alat pertanian tradisional adalah untuk menghaluskan permukaan tanah sawah.


6. Penggaris sawah dan fungsinya



Penggaris sawah adalah alat pertanian tradisional yang terbuat dari kayu. Jarak antara masing-masing bagian garisan biasanya antara 22 - 25 cm. Penggaris sawah berfungsi untuk memberi batas/jarak antara tanaman padi sehingga para penanam dapat dengan mudah menanam benih adi tepat di setiap ada perempatan hasil atau tapak/bekas garisan.

Penggaris jenis ini hanya bisa digunakan pada sawah yang bisa disurutkan airnya. Adapun untuk sawah yang tidak bisa disurutkan airnya maka alat yang dipakai agar tanaman jarakanya rapi dan lurus adalah dengan menggunakan tambang kecil ataupun benang nilon dan sejenisnya. Dalam istilah bahasa Jawa disebut kenteng.

7. Gosrok dan fungsinya




Dalam ilmu pertanian, gosrok adalah alat pertanian tradisional yang digunakan untuk menggemburkan tanah dan membasmi rumput yang berada di sela-sela tanaman padi serta untuk memutuskan akar-akar tanaman padi. Dengan putusnya sebagian akar maka diharapkan akar yang putus akan tumbuh bercabang lebih banyak.





8. Ani-ani dan fungsinya
Ani-ani atau ketam adalah sebuah pisau kecil yang dipakai untuk memanen padi. Dengan ani-ani tangkai bulir padi dipotong satu-satu, sehingga proses ini memakan banyak pekerjaan dan waktu, namun keuntungannya ialah, berbeda dengan penggunaan sebuah clurit atau arit, tidak semua batang ikut terpotong. Dengan demikian, bulir yang belum masak tidak ikut terpotong.

9. Sabit/ Arit dan fungsinya
Sabit, arit,adalah alat pertanian berupa pisau melengkung menyerupai bulan sabit. Meskipun bentuknya sama, secara bahasa arit dan sabit cenderung merujuk pada alat pertanian. Fungsi sabit adalah untuk membabat/memotong rumput dan juga untuk memotong batang tanaman padi ketika panen.

10. Alat gepyok 
Alat gepyok adalah alat pertanian tradisional yang terbuat dari bambu dan atau kayu. Fungsi alat gepyok adalah untuk merontokkan padi

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog