loading...

CARA MENANAM DAN MERAWAT BUNGA LAVENDER

2 comments
CARA MENANAM DAN MERAWAT BUNGA LAVENDER

Bunga lavender adalah bunga yang memiliki ciri khas yakni memiliki bunga berwarna ungu. Dan hingga saat ini hanya satu jenis tersebut yang dimiliki oleh bunga lavender.

Bunga lavender ini memiliki bunga yang cantik dan akan dapat menghias halaman rumah anda jika ia ditanam disana.

CARA MENANAM DAN MERAWAT BUNGA LAVENDER

Bunga lavender juga sangat terkenal dengan manfaat dari bau harumnya yang dapat mengusir nyamuk.

baca juga
MANFAAT TANAMAN KALIANDRA YANG SERBAGUNA

Dan mungkin kita sendiri sudah tidak asing lagi dengan kegunaan bunga lavender yang satu ini.

Warna ungu serta wanginya yang semerbak menjadi daya tarik utama dari bunga lavender. Menanam bunga lavender memang tidak bisa sembarang tempat.

CARA MENANAM DAN MERAWAT BUNGA LAVENDER

Bunga lavender adalah bunga yang berasal dari dataran Perancis yang memiliki ketinggian antara 600-1300 mdpl.

Bunga lavender juga tumbuh di negara-negara Eropa yang memiliki iklim serupa dengan negara Perancis.

Namun, kita di Indonesia juga tetap bisa menanam bunga lavender ini sebagai tanaman hias apabila kita tinggal di daerah dengan ketinggian yang sudah disebutkan tadi.

Dan tahukah anda jika bunga berwarna ungu ini dapat digunakan untuk mengusir nyamuk? Ya, selain dapat dinikmati dari segi keindahan, bunga lavender memiliki manfaat lain untuk mencegah nyamuk-nyamuk datang ke rumah anda.
CARA MENANAM DAN MERAWAT BUNGA LAVENDER


Cara Menanam Bunga Lavender

Berikut langkah-langkah yang dapat anda lakukan untuk menanam bunga lavender sebagai tanaman hias di pekarangan rumah anda.

Pertama, anda perlu menyiapkan media untuk penyemaian biji bunga lavender. Nantinya, jika bunga lavender sudah tumbuh menjadi kecambah harus anda pindahkan ke dalam pot yang lebih besar.

Hal ini dimaksudkan agar bunga lavender dapat tumbuh dengan baik dan tidak terhambat pertumbuhannya.

Untuk perawatannya, tanaman bunga lavender jangan ditempatkan di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung.

karena di daerah asalnya tanaman bunga lavender tergolong bukan merupakan tanaman yang tahan akan cuaca panas.

Kembali ke penyemaian bibit bunga lavender. Media yang dibutuhkan untuk tumbuhnya lavender adalah tanah yang dicampur dengan pupuk kompos.

Perbandingan untuk media tanam yang digunakan adalah satu untuk tanah dibanding satu untuk pupuk kompos.

Cara Merawat Bunga Lavender 

Tempatkan penyemaian bibit bunga lavender tersebut di tempat yang bersuhu cukup stabil dan tidak panas. lalu, anda juga perlu menjaga kelembababan media tanam serta kondisi sekitar penyemaian.

Jangan terlalu sering menyiram bunga lavender yang masih berupa bibit tersebut. Namun, jangan juga membiarkannya terlalu kering.

Untuk pemupukan, gunakan pupuk dari jenis yang organic seperti pupuk kompos ataupun pupuk kandang.

Pupuk jenis ini akan lebih bersahabat dengan tanaman seperti bunga lavender ini. Bunga lavender ini cukup dipupuk minimal dua minggu sekali.

Saat bunga lavender ini sudah mencapai tinggi sekitar sepuluh senti meter, maka bunga lavender ini dapat ditempatkan di area yang lebih mendapat penyinaran dari sinar matahari.

Namun jangan terlalu banyak memberikan penyinaran pada tanaman bunga lavender ini. Tetap sesekali anda perlu menempatkannya di ruangan yang terlindung dari sinar matahari.

Sehingga bunga lavender anda dapat bertahan cukup lama dan dapat berbunga semerbak mewangi di rumah anda. mudah dan menyenangkan sebenarnya, kan? 

Banyak obat-obat nyamuk yang iklannya menampilkan bunga lavender sebagai tanaman yang digunakan dalam membuat obat pengusir nyamuk tersebut.


Bunga lavender ini dapat ditanam menggunakan bibitnya yang berupa biji. Sebelum di tanam di tempat yang permanen, biji bunga lavender terlebih dahulu harus melalui proses penyemaian.

Ketika melakukan penyemaian biji-biji bunga lavender, anda harus menggunakan tanah yang subur.

Cara Menanam Bunga Lavender


Tanah yang digunakan sebagai media penyemaian dapat dicampur dengan pupuk kompos maupun sekam padi.

Tiga unsur tersebut dapat menjadi media yang sangat bagus untuk penyemaian. Ketika sudah menjadi kecambah, bibit tersebut dapat dipindahkan ke media tanam yang permanen.

Medianya dapat berupa kombinasi dari ketiga unsur yang digunakan untuk penyemaian. Namun untuk media tumbuh, anda dapat memasukan media tanam tersebut ke dalam pot. Sehingga ketika berbunga, bunga lavender akan tampak lebih cantik.

CARA MENANAM DAN MERAWAT BUNGA LAVENDER

Ketika sudah dipindahkan ke media tumbuh, jangan tempatkan bunga lavender di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung.

Jika terkena panas, daun bunga lavender akan layu. Dan tentunya lebih lanjut dapat mempengaruhi proses pertumbuhan batang-batangnya.

Bunga lavender tidak pula butuh terlalu banyak air. Jadi, anda tidak harus terlalu sering untuk menyiram tanaman lavender ini.

Cara Menanam Bunga Lavender

Pupuk organic dapat digunakan sebagai tambahan unsur untuk membuat tanah atau media tumbuh bunga lavender ini lebih subur.

Pemupukan juga akan membuat tanaman bunga lavender ini dapat tumbuh dengan cepat. Sehingga bunga lavender dapat segera tumbuh dan mekar untuk menambah keindahan halaman rumah anda. Penggunaan pupuk organic juga tidak bersifat terlalu keras efeknya pada tanaman.

arena jika menggunakan pupuk kimia dan pemberian pupuk tersebut terkena batang ataupun daun dari tanaman bunga lavender, batang atau daun tersebut dapat layu bahkan mati sebagai akibat dari efek keras pupuk kimia.

read more

PANDUAN CARA MENANAM DAN PEMELIHARAAN TANAMAN GAMBAS

1 comments
PANDUAN CARA MENANAM DAN PEMELIHARAAN TANAMAN GAMBAS 

Menanam /budidaya gambas, Gambas/oyong ( Luffa acutangula) adalah tanaman semak yang menjalar dapat dimanfaatkan buahnya untuk sayuran .Tanaman ini dapat tumbuh dimana saja ,di dataran rendah maupun tinggi. Untuk pertumbuhan gambas yang optimal dibutuhkan suhu 18-29 derajat Celsius,tanah gembur ,subur ,penuh dengan unsur hara ,mempunyai ph tanah antara 5,6-6,8 dan tata air yang baik.tanaman ini termasuk tahan terhadap penyakit.


PENANAMAN GAMBAS/OYONG
PERSIAPAN LAHAN

Tanah digemburkan dengan dibajak atau ditraktor dengan kedalaman 20cm-30cm ,sebar kompos dari kotoran ternak 20 ton /ha atau bokasi 2-3 ton/ha.Kemudian buat bedengan/gulutan dengan tinggi 25cm – 30cm, lebar bedengan 80cm – 90cm ,jarak bedengan 50cm – 60cm. Jarak bedengan / kalen berfungsi untuk jalan perawatan ataupun pemanenan selain untuk drainase.Permukaan bedengan dibuat melengkung ,kemudian bedengan ditutup mulsa/plastic.Ukuran mulsa/plastic 110co – 120 cm. Mulsa berfungsi menjaga kelembaban tanah,mengurangi pertumbuhan gulma dan mengurangi hama dan penyakit .
PEMILIHAN BIBIT TANAMAN GAMBAS


Pilih bibit gambas hibrida/ f1( karena benih hibrida terjaga mutunya)yang sesuai untuk iklim , tempat ketinggian lahan,dan yang juga sesuai dengan kebutuhan pasar .Pemilihan bibit yang tepat dapat memudahkan perawatan dan memberikan keuntungan dari hasil panen yang melimpah

PENANAMAN TANAMAN GAMBAS

Buatlah lubang pada bedengan sekitar 10cm – 15cm dari tepi mulsa, jarak antar lubang 60cm.Sebelum ditanam biji dicampur/ aduk dengan insektisida Karbosulfan dengan dosis 25g/3kg bibit. Masukan biji gambas kedalam lubang ,tiap lubang diisi 2 biji gambas. kemudian tutup dengan sedikit tanah tanah.,agar tidak terlalu padat. 







PEMUPUKAN TANAMAN GAMBAS
Pemupukan dasar 


Pemupukan ini dilakukan pada saat olah tanah sebelum bedengan dikerjakan ,agar pupuk dasar terpendam dalam bedengan. Komposisinya : Phonska 120 kg/ha, ZA 150 kg/ha, phospat 100 kg/ha.

Pemupukan lanjutan 1

Pemupukan ini dilakukan pada saat tanaman umur 7 hst – 35 hst ,dengan cara campuran air dan pupuk dikocorkan kelubang tanaman dengan takaran 200ml – 250 ml setiap lubang tanaman. Komposisi : NPK 35 – 45 kg/ha,insektisida berbahan aktif karbofuran 7kg/ha.pemupukan ini dilakukan 1 minggu sekali. Untuk pemupukan dengan dicampur insektisida dilakukan apabila ada serangan hama dari dalam tanah (ulat tanah ,gayas,dll).

Pemupukan lanjutan 2

Pemupukan dilakukan pada saat tanaman umur 35 hst dan seterusnya . komposisi : NPK 280 kg/ha atau campuran Phonska + ZA 300 kg/ ha .

Cara pemupukan : tanah ditugal sedalam 5cm pupuk dimasukan kedalm lubang kemudian ditutup dengan tanah. Jarak pupuk dengan batang tanaman sekitar 5cm. pemupukan dilakukan dengan interval 10 – 15 hari.

PEMELIHARAAN TANAMAN GAMBAS


Penyiangan dan pembersihan gulma dilakukan 2 minggu sekali. Penyiraman dilakukan 1 minggu sekali setelah pemberian pupuk atau apabila tanah bedengan terlihat kering. caranya parit dialiri air 1/2 dari tinggi bedengan. Pemasangan tajuk dilakukan ketika tanaman berumur 7 hst .Tinggi tajuk 150cm – 200 cm agar batang dan daun dapat berkembang leluasa.Memasang tali/gawar untuk menghubungkan antar tajuk untuk perambatan tanaman.Agar buah gambas terhindar dari lalat buah/manyang. dilakukan pembungkusan buah dengan plastik



HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN GAMBAS

Hama yang terdapat pada tanaman gambas antara lain :Ulat bunga (Maruca testualis) lalat buah ( Bactrocera sp), kutu daun ( Aphis cracivora Koch) Ulat grayak (spodoptera litura),penanggulangan semprot dengan insektisida ber bahan aktif :Abamectin,Imidakloprit,Sipermetrin.

Penyakit yang menyerang tanaman Gambas antara lain: Bercak daun (Cescospora sp), Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum),Antraknos, Layu Fusarium ( Fusarium oxysporum). Penanggulangan semprot dengan fungisida berbahan aktif : Mankozeb,Propinep,Oksitetrasiklin

.PEMANENAN TANAMAN GAMBAS

Gambas mulai dapat di panen umur 45 hst .Buah yang siap dipetik berwarna hijau gelap .panen dilakukan dengan interval 3-4 hari.panen dapat dilakukan sampai 20 x panen dalam satu kali budidaya, tergantung jenis varietas dan perawatan.


Buah gambas siap dipetik dengan dibungkus plastic.

read more

PANDUAN BUDIDAYA TANAMAN VANILI

1 comments
PANDUAN BUDIDAYA TANAMAN VANILI

Vanili(Vanilla planifolia) adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan sebagai pengharum makanan. Bubuk ini dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong.

Tanaman vanili berasal dari daerah panili atau Perneli, Meksiko. Tanaman ini pertama kali dikenal oleh orang-orang indian di Meksiko tersebut.

Tanaman vanili tumbuh melekat pada pohon atau tonggak yang disediakan. Tanaman vanili memiliki batang sebesar jari, berwarna hijau, agak lunak dan berbuku denganpanjang sekitar 15 cm. Daun tanaman vanili merupakan daun tunggal, letaknya berseling, berwarna hijau dengan bentuk daun bulat telur, lanset, atau jorong, pipih berdaging dengan ujung lancip. Bunga vanili tersusun bertandan dengan setiap tandan terdii atas 15-20 bunga.
  • Klasifikasi ilmiah
  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Liliopsida
  • Ordo: Orchidales
  • Famili: Orchidaceae
  • Genus: Vanilla
  • Spesies: Vanilla planifolia

Berikut ini adalah cara menanam tanaman vanili atau cara budidaya tanaman vanili.

Cara Budidaya Tanaman Vanili
Syarat Tumbuh

Tanaman vanili dapat tumbuh baik pada daerah tropis dengan ketinggian sekitar 400-600 mdp, memiliki curah hujan sekitar 1500-2500 mm/tahun, memiliki suhu udara optimal sekitar 20-30 derajat celcius serta memiliki kelembaban udara sekitar 65%-75%. Tanah yang baik untuk menanam vanili adalah tanah yang gembur, lempung berpasir dan kaya bahan organik dengan pH atau derajat keasaman tanah sekitar 5,5-6,5.
Persiapan Bibit Tanaman Vanili

Bibit vanili dapat diperoleh dengan 2 caea yaitu cara generatif atau menggunakan biji dan cara vegetatif dengan stek. namun petanibanyak yang menggunakan bibit yang berasal dari stek.

Tanaman vanili yang akan dijadikan bibit adalah tanaman yang sehat, unggul, memiliki produktivitas yang tinggi serta toleran terhadap hama dan penyakit. Selanjutnya potong sulur batangnya sepanjang 30-35 cm untuk dijadikan bibit stek, batang tersebut dapat anda potong denganmenggunakan pisau atau cutter dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman indukan.

Setelah mendapatkan bibit selanjutnya bibit stek tersebut disemai dalam polybag tanam berukuran sekitar 25×40 cm yang telah diisi dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1. Lakukan penyiraman secara rutin pada bibit sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari hingga bibit berumur sekitar 2-3 bulan.

Persiapan Lahan Tanam

Lahan yang akan digunakan untuk menanam vanili dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman penggangu lainnya. Selanjutnya gemburkan tanah lahan dengan cara dicangkuli atau dibajak.
Penanaman Pohon Pelindung atau Tiang Panjat

6-8 bulan sebelum penanaman tanaman vanili, lakukan penanaman pohon pelindung sebagai pelindung sekaligus sebagai mesia rambat tanaman vanili. Jika tidak ingin ribet anda dapat menggunakan media panjat berupa kayu sebagai tiang panjatnya.
Penanaman Tanaman Vanili

Buatlah lubang tanam dengan ukuran sekitar 25 x 20 x 12 cm dengan jarak antar lubang sekitar 1 x 2 meter.

Setelah semuanya siap dan bibit telah berumur sekitar 6-7 bulan selanjutnya lakukan penanaman. Lepaskan polybag pada bibit tanaman vanili lalu letakkan dalam lubang tanam yang telah disiapkan lalu timbun kembali dan padatkan. Waktu penanaman yang baik yaitu pada awal musim penghujan.

Pemeliharaan Tanaman Vanili

Penyulaman

Sebelum tanaman berumur 2 minggu, lakukan penyulaman pada tanaman vanili yang tumbuh tidak optimal atau mati dengan tanaman yang baru agar tanamantumbuh seragam.

Penyiangan

Lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman vanili agar nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan vanili tidak berebut dengan gulma tersebut. Sebaiknya penyiangan dilakukan dengan cara manual mengguanakan kored.

Pengaturan Sulur atau Perambatan

Agar sulur tumbuh ideal maka lakukan pengaturan sulur. Sulur yang sudah tua, kering dan terserang hama penyakit dipotong dengan menggunakan pisau atau cutter yaitu sebelum musim berbunga atau tepatnya 3-4 bulan dilakukan kegiatan pemotongan ujung sulur yang merangsang pembungaan.

Pemupukan

Lakukan pemupukan pada tanaman vanili sekali dalam setahun dengan menggunkan pupuk kandang ataupun pupuk NPK, Urea, TSP, atau KCL dengan dosis sesuai anjuran.

Penyerbukan Bunga Vanili

Penyerbukan bunga vanili dilakukan untuk menghasilkan buah vanili. Biasanya bunga vanili keluar psetelah berumur sekitar 1,5-3 tahun. Penyerbukan ini dapat dilakukan menggunakan bantuan alat seperti lidi atau batang kecil atau yang lainnya. Selanjutnya cari rostellum yang menghalangi putik dan kepala sari, jika sudah ketemu lalu ambil rostellum dan satukan putik dan kepala sarinya.

Pemanenan Vanili

Pemanenan buah vanili dapat dilakukan setelah berumur sekitar 7-8 bulan, setelah dilakukan penyerbukan bunga. Pemanenan vanili ini dapat dilakukan secara berkala selama 1-2 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah yang telah masak dengan menggunakan tangan lalu dimasukkan dalam wadah dan siap dilakukan sortir, pemeraman selama 1-2 hari, poengeringan dan selanjutnya dapat dikemas dan dijual.

read more

MANFAAT TANAMAN KALIANDRA YANG SERBAGUNA

1 comments
MANFAAT TANAMAN KALIANDRA YANG SERBAGUNA

Nama asli tanaman ini adalah Xilip de Qorcolorado. Ia didatangkan pertama kali tahun 1936 dari Guatemala. Nama ilmiahnya Calliandra callothyrsus Meissen. Di sana ia juga memiliki beberapa julukan, diantaranya “cabello de angel” yang berarti ”rambut malaikat” dan “barbe sol” yang artinya ”jenggot matahari”.

Ia juga memiliki saudara yang berbunga putih, atau bisa disebut kaliandra putih yang di Guatemala Xilip de Hora Blancos. Nama ilmiahnya semula Calliandra tetragona B. Et. HH, namun kemudian diganti menjadi Zapoteca tetragona.

Memiliki Sifat-sifat Unggul

Kaliandra merupakan spesies tanaman multiguna memiliki sifat-sifat unggul yang bermanfaat baik bagi manusia maupun lingkungan.

Pertama, jenis ini merupakan tanaman pionir yang bisa dimanfaatkan untuk memberantas tanaman liar semisal alang-alang, tembelekan dan gelagah. Ia banyak dimanfaatkan untuk menahan erosi.

Akarnya banyak mengandung bintil-bintil penyubur tanah (Leguminosa) sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki struktur tanah. Daunnya cepat rimbun sehingga sangat berguna untuk mempercepat penutupan lahan dan mudah lapuk sehingga cepat membentuk humus di tanah.

Daunnya juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kayunya bermanfaat sebagai kayu bakar yang bermutu baik karena ia cepat kering. Ia juga digunakan sebagai tanaman pelindung bagi kopi dan teh.

Kaliandra merah juga memiliki bunga-bunga yang cantik sehingga, pantas ditanam di pinggir jalan, pekarangan rumah, tanggul-tanggul irigasi atau pematang sawah. Bunga-bunga yang indah ini juga bisa dijadikan pakan

Morfologi Kaliandra

Calliandra calothyrsus adalah pohon kecil bercabang dengan ketinggian rata-rata 3 – 5 meter. Meski begitu ia bisa mencapai tinggi maksimum 12 meter dengan diameter batang bisa mencapai maksimum 20 cm.

Kulit batangnya berwarna merah atau abu-abu yang tertutup oleh lentisel kecil. Makin ke pucuk, batangnya cenderung bergerigi. Pada pohon yang batangnya berwarna coklat kemerahan, ujung batangnya bisa berulas merah.

Sistem akarnya terdiri dari beberapa akar tunjang dan akar-akar yang lebih halus dengan jumlahnya sangat banyak dan menjalar sampai ke permukaan tanah. Jika di dalam tanah dimana ia tumbuh terdapat rhizobia dan mikoriza, akan terbentuk asosiasi antara jamur dengan bintil-bintil akarnya.

Kaliandra memiliki daun-daun yang lunak yang terbagi menjadi daun-daun kecil. Panjang daun utama bisa mencapai 20 cm dan lebar 15 cm. Pada malam hari, daun-daun ini melipat ke arah batang.

Tangkai daunnya bergerigi dengan semacam tulang di bagian permukaan atasnya. Namun ia tidak memiliki kelenjar-kelenjar pada tulang sekundernya.

Habitat Kaliandra

Kaliandra merah dapat tumbuh alami di sepanjang bantaran sungai. Ia dengan cepat akan tumbuh dan mengisi areal-areal yang vegetasinya terganggu, misalnya di tepi-tepi jalan.

Namun, tanaman ini tidak tahan berada di bawah naungan dan mudah sekali kalah bersaing dengan vegetasi sekunder lain.

Di Meksiko dan Amerika Tengah, kaliandra tumbuh di berbagai habitat pada ketinggian permukaan laut sampai 1.860 meter.

Ia tumbuh baik terutama terdapat di daerah yang curah hujannya berkisar antara 1000 dan 4000 mm per tahun. Meskipun begitu pada beberapa kasus ia juga dijumpai pada daerah yang curah hujan tahunannya hanya 800 mm per tahun.

Kaliandra banyak terdapat di daerah yang musim kemaraunya berlangsung selama 2 sampai 4 bulan dengan curah hujan kurang dari 50 mm per bulan. Namun, pernah juga ditemukan spesimen yang tumbuh pada daerah yang musim kemaraunya 6 bulan.

Tanaman ini tumbuh pada daerah dengan suhu minimum tahunan 18-22° C. Ia tidak tahan terhadap pembekuan. Ia hidup pada berbagai tipe tanah dan bisa bertanah pafa tanah yang agak masam dengan pH sekitar 4,5. Namun ia tidak tahan pada tanah yang berdrainase buruk dan tergenang.

Pembungaan Kaliandra

Di tempat asalnya, kaliandra merah berbunga sepanjang tahun dengan puncak terjadi antara bulan Maret dan Juli. Di Indonesia, musim berbunga bervariasi antara daerah satu dengan daerah lainnya, bergantung pada jumlah curah hujan. Puncaknya biasanya berlangsung antara bulan Januari dan April.

Tandan bunga kaliandra berkembang dalam posisi terpusat dan bunganya bergerombol di sekitar ujung batang. Bunga kemudian matang dari pangkal ke ujung selama beberapa bulan.

Bunga kaliandrai mekar selama satu malam saja dengan benang-benang mencolok. Umumnya berwarna putih di pangkalnya dan merah di ujungnya, meski kadang ada juga yang berwarna merah jambu. Sehari kemudian benang-benang ini akan layu. Bunga yang tidak mengalami pembuahan pun akan gugur.

Polongnya terbentuk selama 2 sampai 4 bulan dan ketika sudah masak, panjangnya bisa mencapai 14 cm dan lebarnya bisa mencapai 2 cm.

Biji Kaliandra

Polong Kaliandra berbentuk lurus dan berwarna agak coklat. Polong tersebut berisi 8-12 bakal biji yang akan berkembang menjadi biji oval yang pipih.

Permukaan biji yang sudah matang berbintik hitam dan coklat. Terdapat tanda yang khas berbentuk ladam kuda pada kedua permukannya yang rata.

Biji yang sudah masak panjangnya bisa mencapai 8 mm. Bila ditekan dengan kuku ia akan terasa keras. Di tempat asalnya, puncak musim biji terjadi antara bulan November dan April sedang di Indonesia biasanya antara bulan Juli sampai November.

Pada saat polong mengering, pinggirannya yang tebal mengeras sehingga polong merekah mendadak dari ujungnya. Bijinya lantas keluar dengan gerakan berputar dan bisa terpental sejauh 10 meter.

Kecambah kemudian akan tumbuh dengan kedua keping biji muncul di atas permukaan tanah. Daun pertamanya hanya memiliki satu sumbu yang menjadi tempat tumbuh helai daun. Namun daun berikutnya terbagi menjadi sumbu-sumbu sekunder.

Bijinya memerlukan proses skarifikasi seperti merendam biji dalam air dingin selama 48 jam. Penggunaan air panas dapat menyebabkan biji mati. Skarifikasi secara mekanis juga bisa dilakukan.

Penanaman Kaliandra

Penanaman dapat dilakukan dengan cara menyemai langsung biji yang telah diskarifikasi pada kedalaman 1-3 cm atau dengan memindahtanamkan bibit yang telah mencapai tinggi 20-50 cm dari tempat pembibitan.

Bibit dapat ditanam berbaris dengan jarak tanam 3-4 m. Bila akan dimanfaatkan sebagai sumber pakan bisa ditanam dengan jarak 0,5-1 meter secara menyebar.

Penggunaan inokulasi mungkin bermanfaat pada daerah baru ditanami. Pertumbuhan awalnya lambat namun pertumbuhan selanjutnya sangat cepat. Ia akan mencapai tinggi 3,5 m dalam 6 bulan.

read more
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog