PERKEMBANGAN HARGA KELINCI HIAS

Memeliharakelinci memang menyenangkan. Bagi sebagian orang, kelinci merupakan sahabat terbaik. Mereka jinak dan menarik mata. Tampilannya menyenangkan. Tabiatnya cenderung jinak dan tentunya mudah untuk dipelihara. Kelinci sebenarnya juga dikembangkan sebagai hewan ternak. Sebab kabarnya, rasa daging kelinci cukup nikmat dan istimewanya, randah lemak serta kaya protein! Jika dibandingkan pada jenis kelinci, maka boleh jadi kelinci hias jauh lebih menarik meski minim bobot layaknya kelinci pedaging. Di pasaran, hargakelinci hias pun juga terbilang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelinci pedaging. Hal ini wajar mengingat yang menjadi patokan bukan kuantitas tetapi kualitas. Jika Anda berniat memelihara kelinci hias, mari mengintipharga kelinci hias di pasaran. 

Harga American Fuzzy Lop Hingga Flemish Giant

Harga kelincihias bergantung pada kualitas. Seperti hukum ekonomi, ada kualitas ada harga. Untuk kelinci jenis Lop Rabbit dengan varian American Fuzzy Lop, biasanya harganya berkisar Rp.150.000 untuk usia 2 hingga 3 bulan, Rp. 250.000 untuk usia 3 hingga 4 bulan, Rp.350.000 untuk usia kelinci 4 hingga 5 bulan dan terakhir harga Rp.450.000 untuk usia 5 hingga 6 bulan. Kelinci American Fuzzy Lop ini sendiri memang cukup diminati sebab tampilannya cantik dengan bulu lebat dan telinga yang menjuntai. Untuk harga tentu variatif. Tapi kisarannya memang rastusan ribu. 



Lain lagi dengan Holand Lop. Meski sama-sama berasal dari ras yang sama yakni Lop Rabbit, tapi harganya sedikit lebih murah, Hal ini disebabkan bulunya memang pendek. Untuk usia 2 hingga 3 bulan, berkisar di angka Rp.125.000. Sedangkan usia 3 hingga 4 bulan bisa dibawa pulang dengan uang Rp.225.000. Usia 4 hingga 5 bulan dengan harga Rp.325.000 dan untuk yang berusia 5 sampai 6 bulan bisa dilepas dengan kisaran harga Rp.400.000.

Jenis kelincihias lainnya yang sangat cantik adalah Hotot Rabbit. Signatur utama kelinci ini adalah matanya memiliki lingkar hitam sehingga sepintas ia mirip ninja. Ukurannya cukup mungil dan menjadikan ia semakin menarik. Harga kelinci hias Hotot berkisar di angka Rp.150.000 hingga Rp.400.000. Harga terendah di usia 2 sampai 3 bulan. Sedangkan harga tertinggi untuk usia 5 sampai 6 bulan. Kelinci lainnya yang sering dijadikan peliharaan rumah adalah Flemish Giant. Meski terbilang raksasa, tetapi ia juga cukup menarik. Harga si bongsor ini cukup tinggi. Yang paling muda berkisar di angka Rp.350.000 sedangkan kelinic dengan usia 5 bulan ke atas bisa dihargai Rp.1.000.000 tergantung pada kualitasnya tentunya.

Lion Rabbit Hingga Dutch Rabbit




Sementara itu, kelinci Lion yang sepintas mirip dengan kucing juga cukup digemari. Kelinci pendiam ini sedikit lebih terjangkau. Harga di pasaran berkisar Rp.100.000 sampai Rp.300.000. Harga terendah di usia 2 hingga 3 bulan. Sedangkan harga tertinggi di usia 5 hingga 6 bulan. Kelinci hias lainnya adalah Anggora. Kelinci yang satu ini cukup populer tapi sudah banyak dikembangkan sehingga ketersediaannya di pasaran cukup melimpah. Hal ini berpengaruh pada harga kelinci hias berbulu lebat ini. Kisaran harganya antara Rp.125.000 sampai Rp.350.000. Lain lagi dengan kelinci Rex. Kelinci yang tahan di segala cuaca ini bisa dibawa pulang dengan membayar Rp.125.000 untuk rex berusia 2 sampai 3 bulan. Dan jika Anda menginginkan rex yang sudah dewasa, kisaran harganya lebih mahal yakni Rp.350.000. Kelinci hias selanjutnya adalah Dutch. Badannya bulat, mungil, lincah dan juga berwarna menarik. Ia bisa dibawa pulang dengan harga antara Rp.125.000 sampai Rp.350.000.

Harga kelinci hias ini bisa saja berubah kapanpun. Harga di atas hanya sebagai perbandingan. Ada baiknya jika Anda mengunjungi langsung pet shop atau peternakan kelinci hias untuk mendapat harga yang pasti. Tapi, memang akan selalu ada harga untuk sebuah kualitas. Untuk kelinci sehat dan menarik, jangan ragu membayar lebih ya!
disarikan dari sumber : blogkelinci


artikel berikutnya



0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright © Tips Petani | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog